SerambiPendidikanMahasiswa Penerima Beasiswa Aceh Terlantar di Malaysia
Mahasiswa Penerima Beasiswa Aceh Terlantar di Malaysia
Hayatullah Zuboidi | The Globe Journal
Selasa, 04 Oktober 2011 00:00 WIB
Banda Aceh-Masih ditemukan mahasiswa Aceh di Malaysia dengan beasiswa Pemerintah Aceh melalui Komisi Beasiswa Aceh (KBA) yang belum cair. Sehingga mereka terlantar karena kehabisan bekal. Ada yang terpaksa tidur di mesjid-mesjid dan makan satu kali sehari.
Demikian kata Koordinator mahasiswa Aceh yang kuliah di Universtitas Malaysia (UM), Muhammad Fadhillah. Lc, kepada The Globe Journal melalui pesan elektronik, Selasa (4/10).
“Dalam beberapa minggu terakhir kami harus makan satu hari sekali, bahkan untuk membayar uang shuttle bus RM 30 deadline terakhir tanggal 3 Oktober ini kami tidak sanggup disebabkan kehabisan dana dan dililit banyak hutang,”ungkap Fadhillah.
Fadlilah menjelaskan, mereka saat ini kehabisan dana, karena dana yang diberikan pada keberangkatan perdana dengan perincian RM 300 uang ketibaan dan RM 1600 untuk September. Total total semuanya RM 1900, Jumlah tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan mereka yang melebihi dari anggaran yang diberikan.
Adapun RM 1495, itu masih uang pengurusan kuliah saja, belum ditambah dengan uang makan sebulan lebih kurang RM 15 perhari, dikali 30 hari, jumlahnya RM 450, ditambah lagi uang rumah berkisar RM 800 tambah RM 800 (deposit ), sama dengan RM 1600 yang harus meraka tanggung.
“Sedangkan janji awal semua urusan kampus sudah diurus oleh KBA ternyata tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan,”ujar Fadhillah.
Selain itu mereka disana mengeluh dengan tempat tinggal yang disediakan terlalu sempit, yaitu rumah kecil tiga kamar tinggal 22 orang. Sehingga kaum wanita harus hijrah ke hotel untuk menginap dan tinggal di hotel sampai harus mengeluarkan dana ekstra. Kemudian mereka melakukan pembayaran administrasi di hari selanjutnya juga mendapat kendala di lapangan selama pendaftaran.
“Kami harus menanggung biaya medical check-up ,biaya personal bond (untuk jaminan keluar visa), biaya pengurusan visa .biaya asuransi. sehingga kami kehabisan dana sampai detik ini," ungkap Fadhillah.