
Banda Aceh - Pusat Studi Bahasa Daerah Aceh (PUSBADA) menyelenggarakan Lomba Cipta Cerpen Berbahasa Aceh, yang dibuka hingga tanggal 15 Desember 2011. Hal tersebut disampaikan oleh Sastrawan Aceh dan juga ketua panitia lomba cipta cerpen, Herman RN pada The Globe Journal, Selasa (25/10).
“Sasarannya tidak terbatas, siapa saja boleh ikut, asal menggunakan bahasa Aceh. Boleh jadi orang Aceh di luar negeripun ikut. Tujuan kita ingin mengangkat kembali marwah bahasa Aceh sekaligus mengembangkan minat masyarakat Aceh dalam budaya tulis menulis,” ujarnya.
Herman mengatakan alasannya memilih cerpen untuk lomba dengan asumsi lebih mudah, tidak terlalu ilmiah, sehingga tidak terlalu kaku. Dia mengatakan selama ini adala perlombaan serupa, tapi menulis bahasa Aceh dalam bentuk cerita rakyat atau dongeng.
“Boleh jadi ini lomba pertama
sepanjang 50 tahun terakhir. Selama ini ada lomba menulis bahasa Aceh, tapi
cerita rakyat. Kali ini khusus cerpen, artinya menulis mengikuti gaya cerpen,
bukan dongeng atau cerita rakyat,” jelasnya. Tapi dia mengatakan bahwa style menulis masih diserahkan pada gaya
penulis sendiri dalam meramu tulisan tersebut.
Dia juga mengharapkan masyarakat Aceh untuk ikut berpartisipasi dalam lomba ini, karena menurutnya mengikuti lomba berarti turut melestarikan bahasa poma (ibu).
Lomba cipta cerpen berbahasa Aceh
tersebut diselenggarakan oleh Pusat Studi Bahasa Daerah Aceh (PUSBADA) dengan
ketentuan peserta lomba memakai bahasa Aceh. Menurut Herman, penggunaan bahasa
lain, seperti bahasa Aneuk Jame dan Bahasa Kluet mungkin digunakan untuk
hal-hal tertentu.
Para peserta dapat mengirimkan karyanya ke alamat: Panitia Lomba cipta cerpen berbahasa Aceh, Pusat Studi Bahasa Daerah Aceh (PUSBADA), Universitas Syiah Kuala d.a Prodi MPBSI Unsyiah, Gedung Pasca Sarjana Unsyiah.
Jum`at, 18 Mei 2012 23:47 WIBFashion Korea Jadi Incaran Remaja Aceh
Senin, 21 Mei 2012 10:55 WIBHidangan Ayam Lepaas yang Bikin Gemas