Bireuen- Mahasiswa punya peranan dalam melakukan perubahan negara kearah yang lebih baik. Sejarah membuktikan lengsernya Soeharto adalah hasil perjuangan mahasiswa yang berhasil menyatukan diri dalam satu mimpi dan nyata dalam melakukan aksi. Hal ini disampaikan oleh Shadia Marhaban dalam diskusi terbuka "Pemilukada 2011 dan Peran Demokrasi dalam Masa Depan Transisi Aceh", Selasa (14/6). Kegiatan ini dilaksanakan di aula FKIP Universitas Almuslim oleh Liga Inong Acheh (LINA) pusat bekerjasama dengan Lembaga Pers Mahasiswa Suara Almuslim.
Menurut Shadia, Pemilukada 2011 yang di depan mata merupakan tantangan besar bagi mahasiswa dan komponen sipil lainnya untuk mewujudkan penerapan demokrasi yang benar. Shadia mengatakan mahasiswa harus memperkuat diri dan tidak mau dikotak-kotakkan dengan berbagai emblem yang bertujuan memecah belah kesatuan.
"Mahasiswa harus mengambil peran dalam penerapan demokrasi di Aceh. Selama ini, khususnya setelah reformasi peranan mahasiswa mengalami degradasi," Kata Shadia.
Selain membahas tentang demokrasi dan penerapannya di Aceh, dalam diskusi tersebut juga dibahas tentang peranan pemerintah daerah dalam mengisi perdamaian. Selain Shadia, dalam diskusi ini juga ikut memberi materi yaitu Affan Ramli dari Proodelat. kegiatan diskusi setengah hari ini juga dihadiri Nur Djuli, perwakilan Dandim, utusan Bupati Bireuen, akademisi serta aktivis LSM dan mahasiswa. [003]