Banda Aceh - Gubernur Aceh Irwandi Yusuf pada Selasa, 26/7, dijadwalkan di University Pendidikan Sultan Idris ,Tanjung Malim, Negera Bagian Perak Malaysia, untuk menerima gelar Doktor Kehormatan (Doktor Honoris Causa) dalam bidang Kepemimpinan dan Pembangunan Pendidikan.
Penganugerahan gelar Doktor Kehormatan tersebut akan disemat kepada mantan propagandis GAM itu dalam acara Wisuda Akbar (convocation) ke 13 Universitas Pendidikan Sultan Idris. “Penganugerahan Gelar tersebut, didasarkan kepada pertimbangan bahwa selama ini Gubernur Aceh dinilai telah berhasil dalam kepemimpinannya sebagai Kepala Pemerintah Aceh terutama dalam kontoks konsolidasi dan pembangunan dunia pendidikan Aceh yang sempat terpuruk akibat konflik berkepanjangan dan bencana tsunami,”kata Kabag Humas Pemerintah Aceh, Usamah El-Madny, dalam release yang dikirimnya, Kamis(21/7).
Menurut Usamah El-Madny, penghargaan yang diberikan Perguruan tinggi luar negeri kepada orang nomor satu Aceh itu merupakan representasi dari pengakuan dunia luar terhadap kualitas dan keberhasilan kepemimpinan Irwandi Yusuf. “Tentu semua apresia ini akan kita jadikan pemicu untuk membangun Aceh lebih baik lagi di masa-masa yang akan datang”, tegas Usamah. Usamah juga menjelaskan, bahwa pada kesempatan tersebut Gubernur Aceh akan menyampaikan orasi ilmiah terkait dengan implementasi tiga Program Utama Pembangunan di Aceh, yaitu Pengembangan Sumberdaya Manusia Melalui Komisi Beasiswa Aceh (KBA), Jaminan Kesehatan Rakyat Aceh (JKA) Dan Pembangunan Ekonomi Rakyat.
Sebagaimana diketahui, setelah konflik dan tsunami melanda, Aceh mengalami masa keterpurukan sehingga pemerintah bersama rakyat berjuang bersama untuk bangkit. Di antara dampak yang paling dirasakan dari konflik Aceh adalah rendahnya tingkat pendidikan yang menyebabkan lemahnya sumberdaya manusia Aceh.
Untuk itu pemerintah Aceh telah membentuk Komisi Beasiswa Aceh (KBA) yang memberika beasiswa bagi generasi Aceh untuk melanjutkan studi program master (S2) dan program doktor (S3) ke dalam dan ke luar negeri, baik Eropa, Amerika dan Timur Tengah.
Pemerintah Aceh memperkirakan tahun 2020 Aceh akan memiliki 1500-2000 doktor dalam berbagai bidang ilmu dan tekhnologi. Program tersebut diharapkan akan memberi sumbangan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan. Pembangunan yang sedang dijalankan pemerintah Aceh adalah pembangunan seimbang antara pembangunan lahiriah-material dan spiritual-bathiniyah. Dalam rangka mendukung pengembangan sumberdaya manusia, pemerintah Aceh juga memberikan program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) agar seluruh masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan layak dan gratis.
Selain itu, bidang ekonomi juga menjadi perhatian pemerintah Aceh dengan cara pemberian modal kerja kepada pengusaha kecil dan menengah serta perluasan perkebunan rakyat. Melalui program-program tersebut, Gubernur berharap pertumbuhan ekonomi rakyat, kesejahteraan, dan pengembangan kualitas sumberdaya akan meningkat.
Terkait dengan penghormatan yang diberikan University Pendidikan Sultan Idris, menurut Kabag Humas Pemerintah Aceh, Gubernur Aceh menyampaikan terimakasih, sekalian beliau berharap agar momentum ini dapat dijadikan sebagai bagian dari diplomasi budaya dalam rangka lebih mempererat lagi hubungan antar dua negara serumpun. (Rel).
Redaksi: Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
No Telp. 0651-741 4556
Ponsel. 0852 619 222 25