Stockholm — Selamat, dunia kini mendapatkan wajah baru para ahli di dunia kedokteran yang penelitiannya memberikan manfaat bagi banyak orang. Pemenang Hadiah Nobel Kedokteran untuk tahun ini diberikan kepada tiga ilmuwan atas jasa mereka meningkatkan pemahaman atas sistem kekebalan.
Bruce Beutler dari Amerika Serikat yang tak lain profesor genetika dan imunologi di institut penelitian The Scripps Research Institute, di La Jolla, Kalifornia dan Jules Hoffman yang mengepalai laboratorium di Strasbourg, Prancis antara tahun 1974 dan 2009 menemukan bagaimana kekebalasan di organisme diaktifkan. "Penelitian mereka membuka jalan baru bagi pengembangan pencegahan dan terapi terkait infeksi, kanker dan penyakit peradangan," jelas juri komite Nobel di Institut Karolinska.
Sementara itu Ralph Steinman dari Kanada, menemukan bagaimana beberapa bagian dari sistem kekebalan beradaptasi dengan ancaman-ancaman baru. Ketiganya memperoleh hadiah sebesar 10 juta kronor atau sekitar Rp13,3 miliar.
Di tengah kabar bahagia yang sudah menyebar ke seluruh antero dunia itu, takdri berkata lain. Penerima Nobel dari Kanada Ralph Steinman dikabarkan meninggal dunia. Dia menderita kanker pankreas. Hingga saat ini, Komite Nobel tidak mengetahui Steinman telah meninggal ketika pengumuman pemenang dikeluarkan dan biasanya tidak memberikan hadiah kepada pemenang yang telah meninggal dunia. Kini komite Nobel sedang mempelajari peraturan yang ada.
Di lain sisi, para pemenang hadiah Nobel Perdamaian akan diumumkan Jum’at mendatang. mereka akan menerima hadiah dalam upacara resmi di Stockholm pada 10 Desember bertepatan dengan peringatan kematian pendiri Hadiah Nobel Alfred Nobel yang meninggal dunia pada 1896. (Yul-BBC)