SerambiPendidikanIngin Jadi Kepsek, Oknum Guru Dituding Sogok Kepala UPTD
Ingin Jadi Kepsek, Oknum Guru Dituding Sogok Kepala UPTD
Chairul Sya'ban | The Globe Journal
Jum`at, 27 Januari 2012 00:00 WIB
Aceh Utara - Salah seorang oknum guru dari SDN 25, Lhoksukon, Aceh Utara, berinisial Y dituding telah menyogok Kepala UPTD Lhoksukon, Usmany, dengan uang Rp15 juta. Y dituding menyogok Kepala UPTD agar ia bisa menjabat sebagai Kepala Sekolah di SDN 11 Lhoksukon, yang terletak di jalan B.Aceh-Medan, tepatnya di Desa Reudeup. Sedangkan Kepsek yang lama, Rasyidah, kini menjadi guru biasa. Informasi ini diterima oleh The Globe Journal dari seorang sumber yang namanya enggan dipublikasikan.
Menindak lanjuti informasi tersebut, The Globe Journal mengkonfirmasikan kepada Kepala UPTD Lhoksukon, Usmany. Namun, ternyata Usmany telah dipindahkan ke UPTD Seuneddon, Aceh Utara. Ketika dihubungi via handphone, nomor Usmany tidak aktif hingga saat ini. Sementara Kepala UPTD yang baru, di Lhoksukon, Razali Zaban, yang ditemui The Globe Journal, Kamis (26/1) diruang kerjanya, mengaku tidak tahu persis terkait hal tersebut.
“Saya baru saja dipindah ke UPTD Lhoksukon ini. Tentang hal itu saya juga tidak tahu kasusnya, namun akan kami tindak lanjuti. Dan saya juga sempat menemui bendahara di SDN 11 tersebut, disana bendahara mengatakan bahwa Rasyidah yang baru saja digeser dari jabatan Kepala Sekolah menjadi guru biasa, telah banyak menunggak buku-buku cetak milik sekolah,”ungkap Razali
Di lain hari, Jum’at pagi (27/1), Y yang ditemui The Globe Journal di ruang kerjanya, yang juga didampingi oleh beberapa dewan guru, membantah bahwa ia telah menyogok kepala UPTD Lhoksukon, Usmany. “untuk apa saya buang-buang duit segitu banyak hanya untuk menjadi kepala sekolah di sekolah ini. Dan itu sangat tidak perlu untuk saya lakukan. Saya juga heran, kenapa ada oknum yang menuding saya seperti ini,”bantah Y seraya menambahkan bahwa pada akhir bulan desember 2011, Kepala UPTD usmany, meng-SK kan nota dinas miliknya itu untuk jadi kepala sekolah di SDN tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, The Globe Journal masih kesulitan untuk menjumpai Rasyidah, Kepala Sekolah lama, dan Usmany Kepala UPTD lama. Saat dihubungi kedua nomor tidak aktif. Terkait hal ini, The Globe Journal juga akan terus mengikuti perkembangannya kedepan.