Gorontalo — Rasanya sangat malu menyandang statuta Negeri Syariat jika banyak masyarakat Aceh tak bisa berbahasa Arab agar mampu belajar Islam di negeri asal Islam lahir dan berkembang. Lihat saja Gorontalo yang tak punya embel-embel syariat. Pada 2012 mendatang, Kota Gorontalo akan memasukkan Bahasa Arab dalam kurikulum pendidikannya.
Wali Kota Gorontalo Adhan Dhambea, Kamis (15/12), mengatakan, pelajaran Bahasa Arab akan menjadikan pelajaran wajib bagi pelajar beragama Islam mulai dari jenjang sekolah dasar hingga menengah atas.
"Kurikulum ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Gorontalo untuk memberantas buta huruf hijaiyah atau aksara Arab agar semua pelajar beragama Islam dapat baca tulis aksara Alquran," ucapnya.
Seseorang yang menguaai Bahasa Arab dengan sendirinya dapat membaca Alquran dengan fasih dan lancar. Sebaliknya, orang yang fasih membaca Alquran belum tentu menguasai bahasa Arab, sehingga cukup kesulitan memahami isi kandungan kitab suci umat Islam itu.
Dimasukkannya kurikulum pelajaran bahasa Arab merupakan tindak lanjut dari program wajib baca dan tulis Alquran yang dicanangkan pemerntah Kota Gorontalo. []
(Yul-Media Indonesia)