Banda Aceh — Muhammad Fadhun mahasiswa kedokteran Universitas Syiah Kuala merupakan satu-satunya representasi Aceh dalam The Ship for Southeast Asian Youth Program (SSEAYP) atau lebih dikenal dengan Program Kapal Pemuda ASEAN-Jepang. Selama 53 hari sejak 25 Oktober-16 Desember 2011, Fadhun akan berlayar ke berbagai negara ASEAN.
Pada dasarnya, program yang telah dicanangkan sejak tahun 1974 ini, diikuti oleh Jepang, Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, Myanmar, Kamboja dan Laos. Para peserta dari 11 negara ini akan berkumpul di Jepang dan tinggal dengan masyarakat setempat (homestay).
Perjalanan akan dilanjutkan ke negara-negara lain dan menetap disana selama empat hari.
Indonesia sendiri diwakili oleh 28 pemuda pemudi dari 33 provinsi yang telah diseleksi oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga yang dipimpin Andi Malaranggeng. Dalam masa itu nantinya, setiap representasi pemuda akan mempromosikan budaya daerahnya. Tak terkecuali berbagai potensi alam , termasuk pariwisata dan investasinya.
“Insya Allah saya juga akan mempromosikan Aceh. Perlu terus-menerus mengatakan pada dunia internasional bahwa daerah kita sudah damai biar investasinya meningkat,” harap Fadhun.
Selain itu, “Kami juga akan menampilkan tarian Saman, busana daerah dari Aceh dan pagelaran batik kebanggaan negeri kita. Karena selama di Jepang dan perlayaran akan diadakan exhibition dan hari budaya nasional oleh tiap-tiap negara,” tambah pemuda asal negeri dingin Takengon ini.
Fadhun berjanji akan memberikan yang terbaik untuk membawa wajah Aceh yang baru pada forum internasional. Hal tersebut merupakan tanggung jawab moral semua pemuda dan pemudi Aceh. Baginya, program yang difasilitasi oleh Kemenpora, khususnya beasiswa unggulan P3SWOT di Kementerian Pendidikan Nasional hanya salah satu medium kecil.
“Kita punya medium lainnya. Dan ini tugas semua pemuda Aceh. Kita harus menemukan medium lainnya agar bisa berjuang sama-sama,” ajaknya menyemangati seluruh pemuda Aceh [Rel]