SerambiPendidikanEsok Menteri BUMN Buka Seminar Akuntansi di Darussalam
Esok Menteri BUMN Buka Seminar Akuntansi di Darussalam
Rabu, 20 Juli 2011 00:00 WIB
Banda Aceh - Mantan Gubernur Aceh yang menjabat sebagai Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dr. Ir. H. Mustafa Abubakar M.S., dipastikan menjadi pembicara kunci (keynote speaker) dan sekaligus membuka Simposium Nasional Akuntansi XIV Aceh di Gedung Academic Activity Centre (AAC) Prof. Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala, pada Kamis (21/7). Mustafa Abubakar akan berbicara tentang konsep Green Concern: Peran Akuntan dalam Mewujudkan Bisnis yang sustainable.
Tema ini, menurut Ketua Panitia, Dr. Islahuddin, M.Ec., merupakan pendekatan baru Green Economy yang sangat revolusioner, yang menekankan terpeliharanya hubungan timbal balik antara pembangunan ekonomi berkelanjutan, kegiatan bisnis dan lingkungan hidup. Akuntansi sebagai cabang ilmu ekonomi telah mengangkat isu tersebut melalui Green Accounting yaitu akuntansi yang memperhitungkan faktor biaya lingkungan ke dalam hasil keuangan usaha, tambah Dr. Islahuddin, M.Ec.
Gubernur Aceh, drh. Irwandi Yusuf, M. Sc., juga akan memberikan kata sambutan. Dalam sambutannya nanti, Irwandi Yusuf akan menjelaskan konsep Pemerintah Aceh tentang Green Vision yang bersesuaian dengan konsep green accounting, yang kini telah menunjukkan hasil-hasilnya yang antara lain berupa moratorium logging, kesepakatan gubernur se-dunia untuk pemeliharaan lingkungan dan perdagangan karbon, dan ditempatkannya Aceh sebagai bagian penting hutan dunia yang menjadi concern para gubernur tersebut. "Tingginya partisipasi bisnis, terutama BUMN, dalam pemeliharaan hutan di Aceh juga telah menunjukkan betapa Aceh patut menjadi tempat yang tepat untuk menyelenggarakan SNA dengan tema green concern," sebutnya dalam pernyataan tertulis kepada The Globe Journal, Rabu (20/7).
Simposium Nasional Akuntansi (SNA) XIV Aceh akan berlangsung pada tanggal 20-23 Juli 2011 di Universitas Syiah Kuala dan Sabang. Hari ini, Rabu (20/7) dilaksanakan Forum Ketua Jurusan Akuntansi se-Indonesia. Dr. Muhammad Arfan, S.E., M.Si., Ak. Ketua Jurusan Akuntansi Universitas Syiah Kuala menjelaskan forum ini untuk membahas satu agenda nasional, yaitu penyusunan kurikulum akuntansi di perguruan tinggi Indonesia terkait dengan konvergensi dan penerapan Standar Akuntansi Internasional atau IFRS (International Financial Reporting Standards).
Disebutkan hari ini Rabu (20/7), dilaksanakan pertemuan antara Dewan Pengurus Nasional Ikatan Akuntan Indonesia, bersama dengan Pusat Jasa Pembinaan Akuntan Publik Departemen Keuangan Republik Indonesia, Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI), Ikatan Akuntan Manajemen Indonesia (IAMI), Ikatan Akuntan Indonesia Kompartemen Akuntansi Sektor Publik (IAI-KASP) untuk membahas Peraturan Menteri Keuangan tentang pelaksanaan Undang-Undang Akuntan Publik.
Sekretaris Panitia, Jhon Andra Asmara, mengatakan acara ini akan dihadiri oleh hampir 1000 akuntan dan ahli keuangan se-Indonesia, yang terdiri dari akademisi, peneliti, dan praktisi.