SerambiPendidikanEmpat Gubernur Terima Penghargaan Pangan Nusantara, Gubernur Aceh?
Empat Gubernur Terima Penghargaan Pangan Nusantara, Gubernur Aceh?
Senin, 05 Desember 2011 00:00 WIB
Jakarta -Empat gubernur yakni, Jateng, Yogyakarta, Riau dan Sulawesi Selatan akan menerima penghargaan ketahanan pangan Adhikarya Pangan Nusantara 2011.
Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Achmad Suryana di Jakarta, Senin mengatakan, keempat gubernur tersebut dinilai memiliki prestasi maupun keteladanan dalam mewujudkan kemandirian pangan di wilayahnya.
"Para gubernur ini masuk dalam kategori pembina ketahanan pangan, yakni sebagai kepala daerah yang berhasil menggerakkan perangkat organisasi di daerah untuk secara sinergi mewujudkan kemandirian pangan," katanya ketika menjelaskan rencana pemberian penghargaan ketahanan pangan Adhikarya Pangan Nusantara 2011.
Kegiatan yang sudah berlangsung sejak 1979 tersebut untuk tahun ini akan diserahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara pada Selasa, 6 Desember 2011.
Achmad Suryana menyatakan, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mendapatkan penghargaan Adhikarya Pangan 2011 dinilai antara lain mampu meningkatkan produksi padi periode 2008-2010 sebesar 5,2 persen serta kedelai 6 persen dan susu 25 persen per tahun.
Selain itu juga mampu membangun cadangan pangan beras pemerintah provinsi sebanyak 70,2 ton dan cadangan pangan masyarakat 819,3 ton.
Bibit juga dinilai mampu menekan pertumbuhan penduduk Jateng hanya 0,37 persen per tahun serta menurunkan jumlah penduduk miskin 7,11 persen per tahun.
Sedangkan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X memiliki prestasi antara lain mampu meningkatkan produksi jagung sebanyak 10,04 persen, kacang hijau 10,49 persen, sorgum 27,48 persen, tebu 15,11 persen, telur 12,49 persen dan ikan 74,87 persen per tahun selama 2008-2010.
Gubernur yang untuk ketiga kalinya menerima penghargaan ketahanan pangan ini juga dinilai memberikan teladan dalam menyiapkan cadangan pangan pemerintah 40,9 ton untuk mengurangi beban korban erupsi Gunung Merapi, mengembangkan pangan lokal serta produk "intermediate" bahan baku umbi-umbian menjadi tepung-tepungan.
Sementara itu Gubernur Riau M Rusli Zainal melalui program Pengembangan Ekonomi Kerakyatan menyalurkan Rp500 miliar APBD sebagai bantuan modal bagi rakyat untuk mengurangi kemiskinan menjadi 8,65 persen pada 2010.
Rusli juga dinilai mampu meningkatkan produksi beras sebesar 7,83 persen, kedelai 10,68 persen, kacang hijau 21,50 persen, ubi kayu 11,52 persen, buah 13,45 persen, pati sagu 5,98 persen, telur 9,37 persen, dan ikan 7,31 persen per tahun selama 2006-2010.
Sedangkan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dalam empat tahun terakhir (2007-2010) berhasil meningkatkan produksi padi 6,53 persen, jagung 12,08 persen, ubi kayu 7,53 persen, kedelai 27,25 persen, sayuran 16,78 persen, gula pasir 49,19 persen, daging ruminansia dan unggas 10,70 persen, telur 17,05 persen serta ikan 24,64 persen per tahun.
Syahrul juga dinilai memiliki pretasi dalam gerakan peningkatan produksi beras 2 juta ton, produksi jagung 1,5 juta ton serta pencapaian populasi sapi satu juta ekor, pemulihan produksi dan kualitas kakao 300 ribu ton maupun kebangkitan udang.
Selain keempat gubernur tersebut, penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara 2011 juga diberikan kepada tujuh bupati yakni Hasyim Afandi (Kabupaten Temanggung, Jateng), Amri Tambunan (Kabupaten Deli Serdang, Sumut), Nasrul Abit (Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar), A.Sutomo (Kabupaten Soppeng, Sulsel).
Kemudian Bupati Magetan Jatim Sumantri, Bupati Minahasa Utara Sulut Sompie SF Singal dan Bupati Pacitan Jatim Indartanto.
Selain itu juga diberikan kepada lima kepala desa, tujuh pelopor ketahanan pangan, 13 pelayanan ketahanan pangan dan 25 pengguna kreatif teknologi masing-masing individu maupun kelompok. [003]