Banda Aceh — Mahasiswa dan pemuda Aceh yang sedang menimba ilmu di luar Aceh memiliki semangat solidaritas yang tinggi. Dimanapun bumi dipijak, disitu wadah silaturrahmi lahir. Seperti halnya di Yogyakarta. Salah satunya Aceh memiliki Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Aceh-Yogyakarta (HIMPASAY).
Kepada The Globe Journal, Minggu (29/1) Dewan Pembina HIMPASAY Almunzir Assalamy melalui surat elektroninya menyebutkan, pihaknya baru saja menggelar pelantikan pengurus baru periode 2011-2012. Dalam acara yang berlangsung Sabtu kemarin (28/1), pihaknya mewarnai pelantikan tersebut dengan suguhan Tari Guel yang berasal dari Gayo. Penampilan tersebut mendapatkan sambutan hangat para undangan yang haus akan sajian seni dan budaya Aceh di perantauan.
Sementara itu, pengurus baru terlantik Ramzi Murziqin S HI menuturkan, “Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Aceh Yogyakarta (HIMPASAY) merupakan sebuah wadah intelektual berbasis sosial yang juga memperkuat tali silaturrahmi dan wadah perkumpulan mahasiswa pascasarjana Aceh yang berdomisili dan menuntut ilmu di Yogyakarta. Himpasay merupakan lembaga yang netral, nirlaba dan tanpa kepentingan politis apapun”.
Dia menegaskan, dibawah kepemimpinannya HIMPASAY akan memproteksi diri dari kepentingan politik elit tertentu. Pihaknya juga meyakini akan mampu mewujudkan wadah silaturrahmi yang sederhana namun tetap penuh intelektualitas.
Dalam acara itu hadir pula Ir. Fauzan Umar yang tak lain tokoh masyarakat Aceh di Yogyakarta. baginya, keberadaan himpunan mahasiswa pasca sarjana Aceh bukan hanya untuk kepentingan sesaat. Lebih daripada itu, HIMPASAY dituntut mampu berbagi manfaat seluruh masyarakat Aceh yang ada di Jogjakarta, serta bagi kelangsungan pembangunan Aceh secara umum.
“Kita disini merupakan hidup diperantauan harus saling menjunjung tinggi nilai perbedaan antara satu suku dengan suku lainya, antara satu profesi dengan profesi lainnya untuk menciptakan kebersamaan,” pungkasnya yang tak lain juga merupakan Ketua Himpunan Masyarakat Aceh (HIMA). [Rel]