Banda Aceh — BPS Aceh akan menyerahkan laporan terbaru menyangkut jumlah data rumah tangga miskin (RTM) yang ada di Aceh tahun 2011 kepada Departemen Sosial (Depsos) di Jakarta. Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Syech Suhaimi menjawab pertanyaan The Globe Journal, Senin (05/9) saat membuka rilis Agustus 2011.
Menurutnya pendataan rumah tangga miskin di Aceh sudah dilakukan BPS pada 15 Juli hingga 15 Agustus 2011. Saat ini masih dalam proses pendataan dan penyelesaian. “baru selesai pada tanggal 30 Agustus 2011 kemarin,” kata Syech. Diupayakan dua atau tiga bulan lagi laporannya sudah diserahkan ke Departemen Sosial (Depsos) di Jakarta.
Syech Suhaimi mengatakan besar kemungkinan pada Desember 2011 atau akhir tahun nanti, Depsos akan mengumumkan data terbaru rumah tangga miskin di seluruh Indonesia termasuk untuk Provinsi Aceh. “Jadi yang akan mengumumkan data tersebut atau yang mempublikasikan adalah Departemen Sosial,” lanjut Syech lagi.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Syech Suhaimi, SE M.Si kepada The Globe Journal, Kamis (14/7) mengatakan kembali melakukan pendataan rumah tangga miskin di Aceh. Pendataan ini untuk dilakukan verifikasi lagi dari data rumah tangga miskin pada tahun 2008 lalu. “Hasilnya nanti akan disampaikan kepada Tim Nasional Pengurangan Kemiskinan (TNP2K) yang diketuai oleh Wakil Presiden RI,” kata Syech.
Sebelumnya Syech Suhaimi pernah mengatakan kepada The Globe Journal pada pertengahan Juli lalu bahwa pendataan rumah tangga miskin merupakan program Badan Pusat Statistik (BPS). Sumber dananya juga berasal dari BPS Pusat melalui APBN. “Butuh waktu satu bulan untuk melakukan pendataan ini, terhitung dari Tanggal 15 Juli-14 Agustus 2011,” jelas Syech.
Pendataan ini hanya dilakukan untuk mengetahui seberapa banyak rumah tangga miskin, rumah tangga sangat miskin dan rumah tangga hampir miskin di Aceh.
Menurut data pada tahun 2008 lalu, sebanyak 592.481 rumah tangga miskin yang ada di Aceh. Kemudian pada tahun 2010, pihaknya melalukan sensus yang didalamnya sudah termasuk pendataan bagi rumah tangga miskin. Pada tahun 2011 ini, pihaknya akan melakukan verifikasi lagi terhadap data-data sebelumnya. Tujuannya adalah untuk melihat sejauh mana perubahan terhadap data tersebut.
Hasil pendataan ini diharapkan bagi rumah tangga sangat miskin dan rumah tangga miskin akan mendapat bantuan dari departemen-departemen terkait. Semua data dari statistik akan menjadi rujukan bagi departemen lain untuk melakukan kegiatan dan penyaluran bantuan.
“Apalagi data-data dari statistik ini akan disampaikan kepada Tim Nasional Pengurangan Kemiskinan yang diketuai oleh Wapres RI. Harapannya agar rumah tangga miskin dan sangat miskin itu bisa mendapat bantuan dari negara,” demikian Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Syech Suhaimi.