Bireuen - Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmen) Dinas Pendidikan, Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bireuen, Drs. M. Nasir, M.Pd mengatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Bireuen Tahun 2011 kurang mengakomodir kebutuhan rutin Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Hal tersebut disampaikannya, usai menghadiri pelepasan rombongan peserta Liga Pelajar Indonesia (LPI) di Meuligoe setempat, Minggu (11/9)."Kurang mengakomodir kebutuhan rutin Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) tersebut sehingga ada kepala sekolah yang minta mengundurkan diri dari jabatannya,"ungkap M. Nasir.
APBK tahun ini jelas M. Nasir, hanya disediakan dana rutin sekolah untuk listrik dan tagihan rekening telepon untuk SMA dan SMK yang jumlah muridnya kurang dari seratus orang. “Kalaupun ada kebutuhan lainnya saya juga tidak tahu bilang dari mana sumbernya,” ucap dia.
Sementara untuk kebutuhan Alat Tulis dan Kantor (ATK) dialokasikan dana sebesar Rp 2,5 juta, "Untuk kebutuhan rutin SMA dan SMK yang muridnya kurang dari seratus orang itu dana Alat Tulis Kantor (ATK) ada dibantu sekitar dua juta lima ratus ribu rupiah, ini kalau saya tidak salah,” ucap M, Nasir seraya menambahkan, hal ini dikarena terbatasnya kemampuan daerah.
Dia berharap, untuk kebutuhan rutin sekolah ini agar diberikan kesempatan kepada wali murid, pihak swasta, dan para alumni supaya memperhatikan hal tersebut. "Para alumni juga supaya memikirkan almamaternya," pinta M. Nasir.