
Banda Aceh- World Vision mengadakan serangkaian kegiatan untuk membangun kesadaran publik terhadap pentingnya kesehatan Anak. Kegiatan yang dilakukan di Museum Tsunami tersebut diadakan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional. “Temanya ini kita pilih anak sehat berkisah. Kita mau mengangkat isu kesehatan anak-anak aceh tapi dengan cara menghidupkan kembali tradisi berkisah,bercerita dan berdongeng,” ujar Perdamen Sagala, selaku Regional Operation Manager untuk Wilayah Sumatera, pada The Globe Journal, Sabtu (23/7).
Dia mengatakan bahwa Aceh
termasuk dalam sembilan provinsi di Indonesia yang mempunyai masalah tentang
kesehatan anak dan yang paling rendah. Perdamen menjelaskan bahwa berdasarkan
data kesehatan dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia, 38,9% anak-anak Aceh
punya masalah dengan gizi, serta tinggi badan yang tidak sesuai dengan umur
yang seharusnya.
World Vision mengangkat tema Anak Sehat Berkisah itu untuk membangun kesadaran publik tentang kesehatan anak, dan apa yang bisa dilakukan secara bersama-sama baik oleh keluarga dan pemerintah terhadap kesehatan anak sendiri, agar mereka dapat tumbuh dengan baik serta dapat mengembangkan potensi yang ada pada diri mereka.
Dalam kegiatan ini sendiri, Perdamen menyebutkan bahwa sejak tahun 2007 World Vision telah mendampingi kader-kader Posyandu, melakukan penyuluhan tentang kesehatan dan juga pelatihan untuk masyarakat, bidan serta petugas kesehatan di puskesmas. Dan untuk advokasi ke masyarakat sendiri, dia mengatakan bahwa mereka melakukannya dalam bentuk kampanye seperti yang dilakukan pada Hari Anak Nasional ini.
Tentang anak bertutur/berkisah sendiri, Dia mengatakan bahwa Aceh itu punya banyak tradisi unggul seperti tarian dan juga lainnya. Dan dia merasa kalau dengan berkisah dapat menyampaikan pesan-pesan moral, maka berkisah juga dapat menyampaikan pesan-pesan tentang kesehatan itu sendiri. “Berkisah atau bertutur itu kan kekayaan tradisi kita juga toh!"ujarnya.
Aceh punya banyak hikayat yang bisa diceritakan. "Kita merasa kalau berkisah atau bertutur itu bisa digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan moral, maka seharusnya itupun bisa digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan tentang kesehatan,” paparnya.
Dia menambahkan bahwa mereka juga
mengadakan workshop bercerita, yang targetnya adalah orang dewasa. Dalam
workshop ini disampaikan bagaimana cara bercerita yang baik dan menarik untuk
anak.
“Ibu-ibu dilatih bagaimana cara berdongeng supaya anak misalnya mau makan yang sehat, mau makan sayur, buah. Nanti akan ada perlombaan do dai di, nah disitu kita minta bapak-bapak atau ibu-ibu itu sambil menina-bobokan anaknya juga dia sambil bercerita tentang kesehatan. Bukan untuk anaknya sebetulnya, tapi itu semacam internalisasi untuk dia, apa sih yang dia pahami, bisa nggak itu dia ceritakan kepada orang lain,” ungkapnya.
Kegiatan yang dilakukan selama dua hari, yaitu Sabtu (23/7) dan Minggu (24/7) ini diisi dengan aneka lomba seperti perlombaan balita sehat, lomba mewarnai, menggambar, pameran buku, serta ada pemeriksaan kesehatan dan kandungan gratis. Acara ini juga diikuti oleh anak-anak Sekolah Dasar dari desa-desa binaan World Vision di Aceh Besar yaitu Lhoknga, Leupung dan Lhong, serta anak-anak di wilayah Meuraxa dan Jaya Baru.
Jum`at, 18 Mei 2012 23:47 WIBFashion Korea Jadi Incaran Remaja Aceh
Senin, 21 Mei 2012 10:55 WIBHidangan Ayam Lepaas yang Bikin Gemas