Banda Aceh - Pemerintah kota Banda Aceh akan mencanangkan Jam Belajar Gampong (JBG) sebagai upaya meningkatkan minat baca dan pengetahuan warga terutama menyangkut pemahaman keagamaan.
"Sudah saatnya kita mencanangkat JBG ini, karena ilmu pengetahuan terus berkembang seiring dengan kemajuan zaman. Apalagi selama ini banyak oknum yang menyebarkan ajaran sesat," kata Wakil Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa`aduddin Djamal di Banda Aceh, Rabu.
Hal tersebut disampaikan Illiza seusai menghadiri pembukaan Pengajian Ba`da Magrib di pasantren Al-Ikhlas Gampong (Desa) Beurawe Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh.
Didampingi Kasubbag Penyiapan Naskah, Pemberitaan dan Dokumentasi pada Bagian Humas Pemko Banda Aceh, Wirzaini Usman, ia juga mengatakan JBG diharapkan menjadi salah satu upaya mengantisipasi penyebaran ajaran sesat di ibu kota Provinsi Aceh itu.
Menurutnya, dengan JBG yang dimulai setelah shalat Mahgrib hingga pukul 21.00 WIB tersebut menghindari perbuatan yang sia-sia.
"Selama ini banyak generasi muda kita yang lalai dengan televisi dan permainan (game), bahkan menghabiskan waktu berjam-jam di warung kopi, budaya ini harus kita ubah apalagi kita telah memberlakukan syariat islam," katanya.
Ia juga berharap peran orang tua berserta perangkat Desa dapat mengawasi anak atau warga pada jam belajar tersebut.
"Perangkat Desa dapat memusyawarahkan waktu yang tepat untuk memberlakukan JBG tersebut," katanya menambahkan.
Sementara itu Pemeritah kota Banda Aceh bersama warga Desa Beurawe telah meluncurkan program pengajian setelah shalat Mahgrib yang diresmikan Wali KOta Banda Aceh Mawardy Nurdin.
Wali Kota mengatakan pengajian atau majelis Ta`lim mempunyai peran penting dalam membangun silaturrahmi dan membina masyarakat secara berkesinambungan.
"Dengan pengajian atau kajian keagamaan juga diharapkan dapat mengantisipasi penyebaran aliran sesat yang semakin marak," kata Mawardy Nurdin.