Hujan yang turun secara terus-menerus membawa kekhawatiran bagi penduduk, bukan hanya warga miskin, orang kaya-pun merasakan dampak buruk yang akan diterima akibat hujan yang berkepanjangan. Air akan mengenangi pemukiman penduduk bahkan masuk dalam rumah-rumah. Lahan-lahan pertanian juga terendam banjir sehingga gagal panen. Sampai dengan aktifitas lainnya juga terganggu.
Pemukiman warga di pedesaan dengan struktur penataan ruang yang belum baik, merupakan ancaman besar dengan kenyataan curah hujan tinggi. Iar akan mengenangi lahan-lahan warga. Hal ini akan menyebabkan gagalnya panen dan produksi pertanian menurun, Pada beberapa wilayah rawan banjir sebagian warga masyarakat di pedesaan apabila hujan terus berlangsung akan membuat persiapan untuk mengungsi.
Selain itu frekwensi curah hujan tinggi diiringi banjir dapat menyebabkan tanah longsor. Curah hujan yang tinggi menyebabkan kemampuan tanah akan jenuh terhadap air, sehingga air akan tetap diluar permukaan dan membuat sebuah wilayah menjadi terendam air. Apabila penataan ruang dan tata lingkungan baik di wilayah pedesaan dan perkotaan dalam kondisi baik maka curah hujan tidak akan menyebabkan banjir dan musibah bagi warga masyarakat. Namun dalam kenyataanya belum berselang tiga jam hujan berlangsung, jalan-jalan ditengah kota telah digenangi air bahkan sebagian wilayah yang relative rendah warga masyarakat mulai cemas menyambut kehadiran banjir.
Banjir dan Tanah Longsor merupakan sebuah bencana yang bukan hanya datang secara tiba-tiba tetapi seperti terencana secara alamiah, yang disebabkan oleh serangkaian proses kerusakan terhadap lingkungan hidup yang terganggu fungsinya. Sebut saja akibatkan oleh aktivitas illegal logging dan alih fungsi hutan menjadi perkebunan dan pertambangan. Aktivitas-aktivitas ini akan sangat berpengaruh terhadap fungsi DAS (Daerah Aliran Sungai), sehingga ancaman bencana tak dapat terhindarkan.
Penanganan banjir tentu saja tidak akan pernah selesai hanya dengan pernyataan atau aksi massa untuk menuntut pemerintah, ataupun melalui pendekatan-pendekatan teknologi saja, Persoalan banjir memerlukan pendekatan dan penanganan yang komprehensif, mulai dari pengaturan kebijakan, tingkat tindak yang bersifat regional. Mulai dari konservasi di daerah hulu, sampai perawatan saluran daerah hilir. Mulai dari pembangunan saluran rumah, sampai pembangunan waduk penahan air.
Partisipasi Masyarakat Cegah Bencana
Undang-undang nomor 24 tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana, pasal 1, ayat 1, menyebutkan bahwa, bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.
Hujan deras dengan frekwensi tinggi disertai Banjir serta tanah longsor merupakan sebuah bencana yang sedang dihadapi oleh hampir semua masyarakat sebagaimana juga di Aceh. Karenanya sangat dibutuhkan upaya penanggulangan pra bencana, sedang terjadi bencana dan pasca bencana yang terjadi. Dengan demikian dampak buruk yang dikhawatirkan setidaknya dapat diminimalisir.
Partisipasi masyarakat dalam penanggulangan bencana, misalnya kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman bencana sangat diharapkan, Disamping peran pemerintah yang cukup besar seperti membangun kebijakan standar penanggulangan bencana di daerah dan juga peran NGO local dan International dalam memberikan konstribusi dalam penangulangan bencana. Peranan stakeholders sangat diharapkan sehingga dampak bencana kerusakan dan korban tidak terjadi.
Hujan ternyata bukan hanya menjadi rahmat tetapi juga dapat menjadi bencana. Hujan yang turun secara terus-menerus akan berakibat banjir. Dengan kondisi lingkungan kita sekarang yang belum sepenuhnya dapat mengantisipasi hujan “besar” dan banjir sehingga potensi bencana sangat mungkin terjadi. Hujan dan banjir telah mengajarkan kita untuk dapat lebih siaga dan dapat melakukan penaggulangan bencana yang mungkin saja akan terjadi.
*Penulis merupakan peminat masalah sosial dan lingkungan serta pegawai pada dinas kehutanan dan perkebunan Aceh Selatan