
Banda Aceh — Juara bertahan Indonesia Super League (ISL) 2011-2012 Persipura Jayapura, Minggu (15/1) besok sore pukul 15.30 WIB akan dijamu tim PSAP Sigli di Stadion Kuta Asan Sigli.
Pertandingan perdana bagi PSAP Sigli memang sungguh luar biasa dan sangat dinanti-nanti masyarakat Sigli, mengingat tim Pasukan Biru Putih julukan PSAP Sigli baru bercokol di kompetisi ISL musim 2011-2012.
Stadion Kuta Asan Sigli, tuan rumah PSAP Sigli Vs PERSIPURA
Boaz Solossa dkk terpaksa harus bermain super ekstra mengingat perjalanan panjang dari ujung timur menuju ke ujung barat Indonesia. Dengan tekad harus membawa poin penuh, tim kebanggaan masyarakat Kota Jayapura telah mempersiapkan serangan dari semua lini untuk membawa pulang tiga poin.
Jacksen tampaknya tak muluk-muluk dalam tur Aceh kali ini, pasalnya anak-anak asuhnya harus bisa menampikan permainan yang sangat baik di depan publik Pasukan Biru Putih, sebab Persipura adalah tim juara.
Jacksen mengatakan, perjalanan panjang Persipura menuju Aceh memang menelan waktu hampir 12 jam lamanya sehingga berpengaruh kepada pola makan yang tidak layak bahkan istirahat menjadi terganggu ditambah perbedaan waktu 2 jam dengan Jayapura.
Meskipun demikian, Jacksen mengakui dengan beberapa kali pengalaman tampil di negara asing, Persipura mampu mengatasi persoalan dan bisa beradaptasi dengan iklim di Sigli, sehingga sampai saat ini tidak ada kendala bagi pemain.
”Semoga dengan situasi ini pertandingan besok kita bisa melakukan perlawanan yang terbaik,” katanya.
Mengenai PSAP Sigli, Jacksen tidak mengganggap remeh anak asuh Armand itu, karena Jacksen berpatokan dengan hasil pertadingan Persib Bandung melawan PSAP Sigli yang ditahan imbang di kandang Persib Bandung, hal itu menurutnya sebagai bukti bahwa materi pemain PSAP Sigli sangat bagus dan solid.
”PSAP Sigli sudah mengirim suatu pesan kepada semua peserta ISL bahwa mereka sebagai pendatang baru hanya sebuah status saja, tetapi kekuatan mereka tidak bisa diremehkan. Misalnya saja tim sekelas Persib Bandung yang bermateri pemain bagus dan pelatih asing, namun bisa ditahan imbang oleh PSAP Sigli di Bandung, bahkan dapat poin apalagi kali ini PSAP bermain di kandangnya sendiri, maka secara otomatis dukungan masyarakat Sigli menjadi tenaga ekstra bagi pemain sehingga kita tidak melihat mereka sebagai pendatang baru di ISL,” imbuhnya.
Soal pemain PSAP Sigli yang diwaspadai, Jacksen menjelaskan ada beberapa pemain cukup menonjol dalam pertandingan dan semua pemain bisa merepotkan anak-anak Persipura. Untuk itu Jacksen telah mempersiapkan beberapa catatan tentang PSAP Sigli. Ssemoga apa yang disampaikan bisa diterapkan dengan baik oleh pemain Persipura dan Persipura tidak anggap remeh karena mereka telah menunjukkan kemampuannya.
”Intinya dalam laga away di Sigli Aceh ini kami berharap dapat poin, termasuk kalau sampai kalah tapi harus dapat poin, paling tidak satu atau tiga poin,”katanya.
Sementara striker Boaz Solossa mengatakan untuk mengejar Sriwijaya FC yang dilakukan adalah dengan meraih kemenangan. ”Jauh-jauh ke Aceh kami harus bisa dapat poin, ini untuk memperpendek jarak dengan Sriwijaya FC,”katanya.
Pemilik Jersey 86 ini mengharapkan dukungan dari masyarakat Kota Jayapura dan Papua agar Persipura bisa kembali ke Papua dengan poin maksimal. ”Kami tetap meminta dukungan kepada masyarakat Kota Jayapura sehingga kami bisa menang di Aceh dan Medan nanti,” harapnya
[001-CendrawasihPos-StadionNusantara]
Jum`at, 18 Mei 2012 23:47 WIBFashion Korea Jadi Incaran Remaja Aceh
Senin, 21 Mei 2012 10:55 WIBHidangan Ayam Lepaas yang Bikin Gemas