Pidie Jaya - Kegiatan sepeda sehat diprakarsai Palang Merah Indonesia
(PMI) Cabang Meureudu, melibatkan partisipan dari delapan kecamatan,
mulai anak usia taman kanak-kanak hingga pelajar dan mahasiswa.
Pihak PMI Meureudu mengatakan, kegiatan sepeda sehat bertujuan
memotivasi kalangan muda agar lebih berperan dan peduli terhadap
masalah-masalah lingkungan hidup dan kesehatan, serta lebih mencintai
olah raga.
Salah seorang pengurus PMI Meureudu Syaiful Jafar hari Minggu (5/2) di
Meureudu mengatakan, inisiasi kegiatan komunitas sepeda sehat terbesar
pertama bagi kalangan muda Pidie Jaya awalnya menargetkan partisipan
sekitar 1000 peserta, namun sampai hari terakhir pendaftaran, tercatat
lebih 1500 peserta, didominasi kalangan muda. “Kegiatan kita ini sepeda
sehat, Dalam rangka dan Ulang Tahun HUT PMI Meureudu .Cukup banyak peserta masyarakat kita harap ada partisipasinya,” kata Syaiful Jafar.
“Kabupaten ikut terlibat dan berperan, kegiatannya berbarengan dengan kabupaten dan kita isi juga dengan maulid
perayaan hari maulid,” lanjut Syaiful Jafar.
Beberapa orang tua siswa mendampingi putra putri mereka yang menjadi
peserta kegiatan komunitas sepeda sehat hari Minggu di Meureudu. “Anak
saya usia empat tahun masih TK Malahayati, Syiva, ikut. Kakaknya ikut di
SMP 1 Meureudu. Ini kegiatan terbesar pertama yang pernah ada,”
demikian ungkap Ana Ibrahim, orang tua siswa.
Kegiatan komunitas sepeda sehat mengambil tema “Jak Ta
Weeng Geutangeen", atau “Mari Budayakan Naik Sepeda”, hidup lebih sehat,
hemat dan menjaga lingkungan tetap selamat.
Salah seorang tokoh masyarakat Mereudu, Abdul Samad memuji pihak PMI dan
pemerintah kabupaten Pidie Jaya, yang berperan mendorong kalangan muda
lebih peduli lingkungan melalui kegiatan komunitas sepeda sehat. Samad
meminta kegiatan serupa di masa depan agar melibatkan lebih banyak
masyarakat, termasuk dari lingkungan santri pesantren (dayah).
“Partisipasi masyarakat cukup baik ya, sambutannya lebih baik. Ini masih
sekolah-sekolah sekitar Meureudu, harapan ke depan santri dayah juga
lebih terlibat untuk kampanye kesehatan dan lingkungan hidup,” ujar
Abdul Samad.
Kegiatan sepeda sehat yang diikuti lebih seribu peserta mengelilingi
sejumlah ruas jalan utama lebih tujuh kilometer di kawasan Kota
Meureudu, kegiatan dimulai sekitar pukul 7.30 Minggu pagi.
Salah seorang pejabat kabupaten melepas start dari depan “Balee” rakyat
komplek kantor Bupati dan berakhir kembali di komplek kantor Bupati
Pidie Jaya, Jalan Iskandar Muda Kota Meureudu. Beberapa peserta
komunitas sepeda sehat Meureudu didominasi kalangan murid Taman
Kanak-kanak (TK) dan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini).
Sedikitnya lebih seribu kalangan muda pencinta sepeda di
masing-masing kabupaten kota di provinsi Aceh semakin bersatu, terutama
untuk kampanye penyelamatan lingkungan dan udara bersih. Baru-baru ini
Kalangan aktivis dunia meluncurkan kegiatan solidaritas global berbagi
sepeda di 300 kota-kota penting di dunia,melalui program Urban bike
share programs, yang diluncurkan untuk tujuan-tujuan kesehatan dan
lingkungan, terutama pengurangan emisi karbon (reducing carbon emissions).
Kota-kota yang ikut berpartisipasi dalam program tersebut antara lain
Copenhagen, Denmark, New York Amerika Serikat, London, Barcelona, Wuhan
Tiongkok, serta sejumlah kota-kota penting di Asia dan Pasifik.
Sementara Jakarta, sebagai ibukota negara baru menginisiasi program
sepeda sehat dalam lima tahun terakhir, Jakarta sejak tahun 2007
memberlakukan Hari Bebas Kenderaan Bermotor HBKB atau “Car Free Days”
di beberapa ruas utama jalan ibukota, terutama pada awal dan akhir bukan
setiap hari Minggu.
(MNA-Budi Nahaba/VOA)