
London - Direktur eksekutif Liga Primer Inggris Richard Scudamore menekankan beberapa kasus rasisme yang terjadi tidak mempengaruhi pertandingan.
Scudamore mengklaim negara-negara lain kemungkinan juga tidak bertindak secepat yang dilakukan pihaknya terkait kasus rasisme. Striker Liverpool Luis Suarez tengah menjalani larangan delapan pertandingan karena mengeluarkan pernyataan rasis terhadap pemain belakang Manchester United, Patrice Evra.
Luis Suarez (kiri) menyebut Patrice Evra 'negro' tujuh kali menurut FA.
Sementara kapten Chelsea John Terry akan dihadapkan ke pengadilan bulan depan dengan dakwaan rasis terhadap pemain Queens Park Rangers, Anton Ferdinand.
Namun Scudamore menekankan sepak bola Inggris tetap merupakan pelopor dalam memberantas rasisme.
"Bila menyangkut isu rasisme, tidak ada toleransi sama sekali," kata Scudamore.
"Saya sangat yakin bahwa rekor sepak bola Inggris dalam menangani rasisme bagus," tambahnya.
Asosiasi sepak bola Inggris, FA, mengatakan Suarez menyebut Evra sebagai "negro" tujuh kali dalam konfrontasi di lapangan Oktober lalu.
FA menyatakan pernyataan Suarez itu "merusak citra sepak bola Inggris di seluruh dunia."
Tetapi Scudamore tidak sependapat dan mengatakan, "Saya bangga karena kita dapat menangani hal itu, jauh lebih baik dibandingkan negara lain yang menghadapi masalah yang sama."
Kasus John Terry menjadi berita utama di harian Inggris dan juga sejumlah negara lain.
"Tidak ada satu pun yang sudah puas (atas apa yang telah kami raih), dan selalu ada yang perlu dilakukan untuk memberantas rasisme," kata Scudamore.
Parlemen Inggris juga akan melakukan pembicaraan soal rasisme dalam olahraga pada awal Maret sebagai tanggapan atas kasus Terry dan Suarez.
[001-BBC]
Jum`at, 18 Mei 2012 23:47 WIBFashion Korea Jadi Incaran Remaja Aceh
Senin, 21 Mei 2012 10:55 WIBHidangan Ayam Lepaas yang Bikin Gemas