THE GLOBE JOURNAL

Breaking
News

Serambi»Lingkungan»Warga Saree Lebih Suka Jaga Lingkungan Daripada Ikut Politik


Warga Saree Lebih Suka Jaga Lingkungan Daripada Ikut Politik
Firman Hidayat | The Globe Journal
Senin, 10 Oktober 2011 00:00 WIB
Banda Aceh — Inilah komitmen Forum Alur Mancang Saree (FAMS), Kabupaten Aceh Besar. Ketika dijumpai The Globe Journal, Senin (10/10) sore. Ketua FAMS Aceh Besar, Anzurdin mengatakan sedikitnya 800 KK di Sukadamai dan Suka Mulia di Saree ini lebih suka menjaga lingkungan daripada harus ikut politik.

“Kami tidak suka berpolitik, tapi kalau ada partai politik yang ingin melakukan penanaman pohon di kawasan pengelohan air bersih yang selama ini dikelola oleh FAMS, silahkan saja dan sangat terbuka untuk umum,” kata Anzurdin.

Menurutnya selama ini belum ada satupun partai politik yang melakukan penanaman pohon di kawasan perlindungan air bersih untuk dikonsumsi oleh 800 KK lebih warga Saree. “Kalau untuk membela kelompok politik itu kami tidak suka dan sangat tidak peduli dengan politik,” kata dia lagi.

Alasan kenapa tidak suka ikut politik, Panglima Uteuen yang juga merangkap sebagai Ketua Monitoring FAMS, Samsinar mengaku sudah banyak yang kecewa dengan janji-janji dari orang-orang partai politik itu.
Pengalaman tahun 2006 dan 2009 lalu banyak janji-janji yang ingin membangun Saree tapi satupun tidak ada hasilnya. “Pilkada 2011 ini kami tidak peduli tapi kami warga Saree hanya mengikuti perintah saja dari pemerintah,” sebut Samsinar.

Mereka warga Saree ini lebih suka memberdayakan diri untuk kegiatan-kegiatan perkebunan dan pertanian. Untuk menjaga ketersediaan air bersih di Alur Mancang, warga harus menjaga hutan dan lingkungan seluas 602 hektar di kawasan tersebut.

Forum Alur Mancang Saree ini dibentuk oleh NGO ESP pada tahun 2007 lalu hingga sekarang. Sebelum dibentuk forum ini masyarakat harus membeli air bersih hingga Rp10.000,- perhari. Tapi setelah terbentuknya forum ini, masyarakat hanya membayar Rp15.000 perbulan untuk mendapatkan air bersih dari Alur Mancang.

Didalam kawasan penyimpan air bersih itu terdapat kawasan Taman Hutan Rakyat (Tahura) dan kawasan hutan lindung. Untuk menjaga kawasan ini warga membentuk kelompok-kelompok monitoring  untuk mengawasi gangguan orang-orang yang menebang kayu. Pasalnya sumber air bersih Alur Mancang itu berasal dari akar-akar pohon besar yang ada di kawasan lindung. 

Menyangkut penghasilan dari pengelolaan air bersih ini bisa bertahan hingga jangka panjang jika hutan dan lingkungan terjaga. "Kami warga Saree siap mati menjaga hutan untuk kelangsungan air bersih demi masa depan generasi berikutnya,"tegas Anzurdin.







Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
No Telp. 0651-741 4556
Ponsel. 0852 619 222 25


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close