Manila - Angin kencang dan hujan deras melanda beberapa negara di Asia. Sebuah topan kuat menghantam Filipina dan menyebabkan banjir serta memutuskan aliran listrik sehingga menghentikan sejumah kegiatan di ibukota Manila.
Sejauh ini satu orang dilaporkan meninggal sementara empat lainnya masih hilang. Pihak berwenang Filipina sempat mengungsikan 100.000 warga di provinsi Albay sebelum topan mencapai daerah itu.
Topan Nesat baru memukul daratan menjelang Selasa (27/9) pagi di Provinsi Isabela dan Aurora, yang terletak di semenanjung Pasifik.
Dengan kekuatan mencapai 170km/jam, Nesat kini mengarah ke Pulau Luzon, yang didiami separuh lebih warga Filipina.
Kondisi yang sama juga terjadi di Jepang. Topan Roke tengah menuju Fukushima, tempat pembangkit tenaga nuklir yang tengah diperbaiki menyusul tsunami Maret lalu. Sejumlah pihak menyatakan khawatir hujan akan menyebabkan air radioaktif terbawa ke laut.
Di seluruh Jepang, lebih dari satu juta orang diminta untuk mengungsi, namun kemudian permintaan itu dicabut. Tetapi di satu kawasan lebih dari 330.000 masih berisiko terkena dampak topan.
Topan Roke menghantam Hamamatsu Rabu lalu dan kemudian menuju pulau utama Honshu dan menyebabkan angin kencang dan hujan lebat.
Di China, angin kencang dan hujan deras melanda bagian timur di saat angin topan terkuat selama satu dekade terakhir semakin mendekati daratan. Level angin topan Muifa sudah diturunkan menjadi badai tropis namun masih tetap dikhawatirkan mengakibatkan kerusakan hebat.
Angin topan Mufia diperkirakan akan menghantam daratan di antara Zhuanghe di Provinsi Liaoning dan Korea Utara bagian barat. Untuk mengantisipasi datangnya Muifa, kota Qingdao di Provinsi Shandong sudah menutup pantai-pantai rekreasinya saat Muifa melintas.
Angin ini juga menumbangkan pepohonan dan tiang-tiang listrik di Korea Selatan yang mengakibatkan aliran listrik ke ribuan rumah terputus. Selain itu, sejumlah jadwal penerbangan domestik dari Seoul ke Pulau Jeju ditunda.
(Yul-BBC)