SerambiLingkunganSTIK Pante Kulu Dirikan Hutan Pendidikan Pertama di Aceh
STIK Pante Kulu Dirikan Hutan Pendidikan Pertama di Aceh
Azhar Lampriet | Kontributor
Sabtu, 17 September 2011 00:00 WIB
Banda Aceh - Provinsi Aceh memiliki Kawasan ekosistem Leuser dan Ulu Masen, dua wilayah konservasi ini terkenal hingga mendunia. Kawasan ini merupakan daerah Konservasi strategis untuk pengembangan pembangunan berkelanjutan di Aceh dengan luas jutaan hektar. Bagaimana dengan Hutan Pendidikan Sekolah Tinggi Ilmu Kehutanan (STIK) di Jantho Aceh Besar? Memang tak banyak informasi mengenai hutan pendidikan ini dan masih segelintir orang yang tahu bahwa di Aceh telah ada laboratorium alam untuk belajar tentang hutan yakni hutan pendidikan.
Tepatnya tahun 1992 STIK Tgk Chik Pantee Kulu Darusalam menggagas sebuah kawasan hutan yang dikhususkan sebagai bagian pengembangan Kurikulum Praktek Lapang, pusat kajian kehutanan lapangan dan sebagai laboratorium alam. Pada tahun tersebut STIK Tgk Chik Pantee Kulu Darusalam menginisiasi sebuah kawasan hutan yang dikhususkan sebagai hutan pendidikan.
Usulan dari kampus STIK dengan beberapa hasil kajian dan analisis akhirnya memilih Kawasan Jantho, Aceh Besar tepatnya berada di wilayah Gampong Boeng, Jantho dan dari perkembangannya di tahun-tahun berikutnya kawasan ini disetujui oleh Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menerbitkan SK Gubernur. Secara status tertuang didalam tata ruang provinsi berdasarkan SK Gubernur Provinsi Aceh No. 19 tahun 1999 tentang arahan fungsi kawasan hutan Provinsi Aceh
Keadaan geographi diketinggian 100 — 250 mdpl dengan kondisi fisiografis bergelombang sampai berbukit, jenis tanah aluvial (entisol) yang belum menunjukan profil yang terbentuk dari perkembangan profil tanah dari hasil endapan. Tingkat kelerengan masuk dalam klas D-E dengan kemiringan 16% - 25% dan 24% - 40% yang sebagian lain hamparan datar, berombak dan gelombang. Daerah ini memiliki curah hujan 1500 — 3000 mm/thn, suhu rata-rata 24 — 29 oC, dan kelembaban 56 — 96 %.
Beberapa potensi jenis tanaman endemik yang terdapat dihutan pendidikan ini antara lain jenis bering- beringinan meranti, kapur, laban dan jenis tanaman perdu langka seperti kantung semar. Hutan pendidikan ini juga memiliki keanekaragaman satwa antara lain monyet ekor panjang, tupai, landak dan berbagai jenis burung.
Bentangan luas Hutan Pendidikan mempunyai luasan ± 80 Ha. Areal Hutan Pendidikan STIK terletak di sepanjang sungai Sub DAS Kr. Cut , Kr. Aceh. Berdasarkan administrasi pemerintahan lokasi hutan pendidikan ini berada di Kecamatan Jantho dalam wilayah Kabupaten Aceh Besar.
Berdasarkan letak geografisnya terletak di hutan pendidikan ini berada pada posisi 95º38’27” BT sampai dengan 95º38’54” . BT (bujur timur) dan 05º15’16” LU sampai dengan 05º15’47” LU (lintang utara), Selain itu kawasan ini berbatasan dengan areal konservasi Cagar Alam Jantho.
Perencanaan Hutan pendidikan ini terdiri dari blok kawasan antara lain, blok kawasan pendidikan: laboratorium flora dan fauna, kegiatan display kehutanan, Arboretum, blok kawasan wisata, blok kawasan fasilitas manajemen, blok kawasan pengembangan daerah penyangga, hutan pendidikan juga kedepan diusahakan sebagai tempat persemaian permanen, sumber penghasil benih unggul dan pusat agroforestry di Aceh sebagai penyedia kebutuhan bibit untuk kegiatan reboisiasi, penghijauan dan pelaksanaan agroforestry secara hibah untuk masyarakat sekitar DAS Aceh besar sesuai prioritas.
Kedepan diharapkan Hutan Pendidikan STIK ini ikut menyediakan benih buah-buahan lokal unggul dan pohon hutan untuk tujuan memelihara keberadaan kualitas benih dan tetap ditemukan pada waktu masa datang (sebagai data base benih), sebagai perkebunan model yang merupakan suatu alat untuk penelitian bagi mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Kehutanan dan mahasiswa dari institusi lain secara umum dan keberadaan hutan pendidikan ini bermanfaat mengembalikan kondisi dan fungsi hutan dan mendorong keterlibatan pengelolaannya kepada masyarakat lokal.
Jarak tempuh untuk menuju lokasi Hutan pendidikan dari Banda Aceh ke Jantho Aceh Besar sekitar 40 km dari Jantho hingga menuju gampong Boeng berjarak 3 km Untuk mengakses lokasi hutan pendidikan ini dapat menggunakan kendaraan pribadi hingga ojek atau angkutan desa/umum lainnya yang tersedia di kota Jantho.
Saat ini hutan pendidikan STIK terus berbenah telah ada pembangun sarana dan prasarana diantaranya pembangunan stasiun klimatologi, ruang pertemuan, mushala dan mess penginapan. Semua prasarana ini untuk mendukung kegiatan proses belajar dan mengajar di hutan pendidikan ini.
Harapan Kedepan dari Hutan pendidikan ini adalah adanya perencanaan pembiayaan operasional kedepan dengan mekanisme penggunaan/pembiayaan langsung dari dana reboisasi dan dukungan APBA dan APBK sehingga antara hubungan praktek pengelolaan hutan secara lestari. Seperti halnya rehabilitasi hutan dapat dilihat dan diterapkan secara langsung oleh masyarakat lokal, penyadartahuan masyarakat tentang sistem hutan, memberikan bimbingan dan penyuluhan tentang hutan kemasyarakatan dan konservasi hayati
Harapan kita bersama untuk selalu menjaga kelestarian alam dan isinya adalah dengan mendekatkan diri pada hutan itu sendiri melalui implementasi praktek langsung dilapangan dan pembelajaran langsung dihutan dan desa disekitar Hutan pendidkan adalah laboratorium alam yang harus terus dimanfaatkan oleh berbagai kalangan di Aceh sebagai tempat pendidikan berbasis alam.
Melalui hutan pendidikan yang pertama di Aceh ini diharapkan menjadi percontohan pengelolaan hutan yang berkelanjutan dengan keterlibatan melalui berbagai komponen masyarakat dan dapat meningkat SDM dibidang konservasi di propinsi Aceh dan mendukung Aceh sebagai pioneer provinsi Konservasi Hijau di Indonesia.