Bireuen - Sejumlah titik wilayah pesisir Kabupaten Bieuen kembali terjadi abrasi
pantai yang mengakibatkan beberapa rumah, lahan dan tambak warga
terendam. Informasi yang diperoleh The Globe Journal Selasa (15/11) ada
lima titik wilayah pesisir yang dianggap paling parah yakni kawasan
Peulimbang, Jeunieb, Peudada, Alue Buya Pasie, Kuala Ceurape, Jangka.
Selain abrasi pantai dibeberapa titik di atas, sejak Senin malam (14/11) di beberapa titik dikawasan pedalaman, terjadi erosi seperti di Krueng Meusagob Samalanga serta Peuradeen Juli.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen, Drs Agussalim kepada sejumlah wartawan mengatakan, sejauh ini pihaknya dibantu oleh sejumlah relawan kini berada di sejumlah titik lokasi.
“Saat ini sejumlah relawan sedang berada disejumlah titik lokasi guna memantau langsung perkembangan serta membantu menanggulangi sementara kawasan yang dianggap parah,”katanya.
Ditempat terpisah, Bupati Bireuen, Nurdin Abdul Rahman saat dikonfirmasi terkait hal itu mengatakan, setelah mendapatkan informasi, Pemkab telah menugaskan pihak anggota BPBD untuk turun langsung dan standby dilapangan.
“Masalah abrasi itu akan segera kita tanggulangi terutama menyangkut pembangunan tanggul secara keseluruhan, kerena setiap tahun kita telah meminta dana dari pusat,”sebut Nurdin.
Dana bantuan bencana dari pusat itu mencapai Rp 4 hingga Rp5 miliar setiap tahun, dana itu khusus diperuntukan penanggulangan bencana daerah.
Selain untuk penanggulangan bencana abrasi, dana itu juga diperuntukan untuk bencana erosi seperti di kawasan Seuenebok Peueraden, Juli Meunasah Tgk Dilampoh serta kawasan Krueng Meuseugob, Samalanga serta bencana lainnya. [003]