
Lhokseumawe — Wakil Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Utara, Tgk Abdul Hadi mengatakan PT Pupuk Iskandar Muda tidak serius dalam melakukan penanganan amoniak yang sering terjadi di perusahaan penghasil pupuk tersebut.
Hal itu dibuktikan dari tidak ada kejelasan kapan alat pendeteksi amoniak yang katanya didatangkan dari Jepang akan tiba. “Katanya kan akan tiba pertengahan bulan Desember, tapi hingga kini belum ada,” ujarnya kepada The Globe Journal di Lhokseumawe, Sabtu (31/12) pada sebuah acara seminar tentang lingkungan hidup.
“PIM nyan lagee aneuk batat. Walaupun batat tapi aneuk geutanyoe chit. (PIM itu seperti anak bandel. Walaupun bandel tetapi anak kita juga-red),” kata Tgk Abdul Hadi mengumpamakan.
Dia berharap, pihak PIM tidak mengabaikan hak-hak warga di sekitar lokasi pabrik tersebut yang saban hari harus menghisap amoniak yang dihasilkan perusahaan tersebut. “Masyarakat di sekitar lokasi pabrik berhak juga untuk mendapatkan lingkungan dan udara yang bersih, karena setiap orang berhak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat dan itu bagian dari Hak Azasi Manusia,” sebut politisi Partai Aceh tersebut.
Kalau ingin dituntaskan secara serius masalah amoniak tersebut, lanjut Tgk Abdul Hadi, sebenarnya pihak Kementeriaan Badan Usaha Milik Negara juga harus turun tangan dalam mengatasi masalah tersebut.
Sementara itu, Kepala Humas PT Pupuk Iskandar Muda, Mustafa Thahir yang dihubungi The Globe Journal melalui telepon seluler, Sabtu (31/12) mengatakan, pihaknya serius menangani masalah amoniak tersebut.
“Ada kalanya pihak lain menganggap pihak kami tidak serius menangani masalah amoniak. Tetapi kami terus berusaha untuk menyelesaikan masalah tersebut,” tandas Mustafa.
Menurut Mustafa, alat pendeteksi amoniak yang didatangkan dari Jepang tersebut rencananya akan tiba pada pertengahan Januari 2012 ini. “Setelah saya cek rupanya bukan pertengahan Desember kemarin, tapi pertengahan Januari nanti,” katanya tanpa menjelaskan sumber pengecekannya.
“Saat ini yang sudah dipasang alat pendeteksi pada pabrik urea. Sementara, untuk alat pendeteksi amoniak akan dipasang pada saat alat itu tiba sekalian dengan tenaga ahlinya yang langsung datang dari Jepang,” demikian Mustafa Thahir.
Jum`at, 18 Mei 2012 23:47 WIBFashion Korea Jadi Incaran Remaja Aceh
Senin, 21 Mei 2012 10:55 WIBHidangan Ayam Lepaas yang Bikin Gemas