THE GLOBE JOURNAL

Breaking
News

Serambi»Lingkungan»Perubahan Iklim, Masalah di Seluruh Negara


Perubahan Iklim, Masalah di Seluruh Negara
Riza Fakri Ismail | The Globe Journal
Kamis, 17 November 2011 00:00 WIB

Lhokseumawe - Perubahan iklim merupakan masalah nyata yang harus dihadapi oleh seluruh negara yang ada di dunia. Dampak dari perubahan iklim itu bukan hanya adanya kenaikan muka air laut, tetapi juga terjadinya kerentanan pangan, krisis air bersih, meningkatnya kerawanan kesehatan dan  meningkatnya temperatur muka bumi serta dan anomali iklim.

Demikian ditegaskan Ardiyanto Aryoseno, staf dari Kelompok Kerja Adaptasi dan Divisi Mekanisme Perdagangan Karbon Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI), dalam Dialog Interaktif Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca dengan topik Masa Depan Bumi Ada Dalam Genggamanmu, di Convention Hall, Lido Graha Hotel, Lhokseumawe, Kamis (17/11).

Dialog interaktif itu berlangsung selama setengah hari dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB, serta diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan seperti siswa sekolah dari SMP hingga SMU, guru, aparatur pemerintahan, akademisi, pemerhati dan aktivis lingkungan hidup serta tokoh masyarakat.

Lebih lanjut Ardiyanto menambahkan, bukan hanya adaptasi saja yang harus dilakukan, tetapi juga teknik-teknik mitigasi seperti pengurangan dan pencegahan perubahan iklim, itu juga harus dilakukan. “Efek rumah kaca terjadi di permukaan bumi yang diselubungi oleh CO2,” katanya. “Ada beberapa jenis gas rumah kaca, seperti Karbon Dioksida atau CO2, Metana, Di-Nitrogen Oksida (N2O), Hidroflorokarbon (HFCs), Perfflorokarbon (PFCs) dan Sulfur Hexaflorida (SF6),” tegas Ardiyanto.

Dia menegaskan, ada beberapa strategi umum untuk menghadapi perubahan iklim tersebut yaitu  dengan cara Mitigasi dan Adaptasi. “Cara Mitigasi seperti mengubah pola hidup, menghemat pemakaian energi, mengganti peralatan elektronik yang lebih efisien. Selanjutnya, dengan cara menanam pohon, menggunakan produk-produk lokal, melestarikan dan mencegah kebakaran hutan, menggunakan transportasi massal dan mengelola sampah dan limbah secara berkelanjutan serta meningkatkan pemakaian energi baru terbarukan,” sebut Ardiyanto.

Adapun cara Adaptasi adalah dengan cara merubah pola tanam dan menggunakan bibit unggul serta membiasakan diri dengan makanan pokok lain. “Selain itu, merubah pola penangkapan ikan, membangun infrastruktur pelindung di bangunan yang rentan di daerah pantai. Meningkatkan sistem drainase dan pengelolaan banjir serta membeli asuransi,” tukas Ardiyanto.

Tugas pokok dan fungsi dari Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI), ujar Ardiyanto, adalah merumuskan kebijakan nasional serta mengkoordinasikan kegiatan dalam pelaksanaan tugas pengendalian perubahan iklim. “DNPI juga merumuskan kebijakan pengaturan mekanisme dan tata cara perdagangan karbon. Melaksanakan pemantauan dan evaluasi implementasi kebijakan dan memperkuat posisi Indonesia,” demikian Ardiyanto Aryoseno.[003]

 

   







Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
No Telp. 0651-741 4556
Ponsel. 0852 619 222 25


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close