THE GLOBE JOURNAL

Breaking
News

Serambi»Lingkungan»Pecinta Alam Rehabilitasi Kawasan Bakau Lampaseh Aceh


Pecinta Alam Rehabilitasi Kawasan Bakau Lampaseh Aceh
Alfan Raykhan Pane | The Globe Journal
Senin, 09 Januari 2012 00:00 WIB
Banda Aceh - Bertempat di Balai Inong, Cut Nyak Dasah Gampong Lampaseh Aceh, Kemukiman Meuraxa, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, Minggu (8/1) kelompok Pencinta Alam dan Konservasi Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (Pal Caniva - 51 USK) bekerjasama dengan Yayasan Gajah Sumatera (Yagasu) melakukan kegiatan Rehabilitasi Kawasan Bakau (RKB) penanaman 3000 batang bibit bakau (manggrove) di daerah Lampaseh Aceh.
 
Kegiatan sosialisasi masyarakat, penanaman serta bersih lintas tambak' masyarakat kaum perempuan di Gampong Lampaseh Aceh sebagai masyarakat/objek di lokasi kegiatan, mahasiswa dan unit kegiatan mahasiswa pencinta alam dari berbagai kampus di kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar.

Ketua panitia Zulaika, didampingi Jefriwanda, ketua umum Pal Caniva - 51 USK, kepada The Globe Journal, mengatakan mereka membuat kegiatan ini setelah melihat manggrove khususnya sebagai tempat mencari nafkah bagi sebahagian besar masyarakat Lampaseh Aceh paska tsunami rusak.

"Kami dari Pal Caniva - 51 USK berkeinginan melakukan rehabilitasi manggrove, sesuai dengan fokus dari Caniva yaitu di bidang konservasi,"ujarnya penuh semangat.

Selain itu tujuan kegiatan ini juga sebagai salah satu pra-syarat bagi registrasi kenaikan tingkat bagi para anggota Pal Caniva, dan sebagai upaya mensosialisasikan peran tanaman bakau sebagai ekosistem laut dan melestarikan beberapa plasma nutfah dan sumber daya hayati yang masih tersisa di daerah ini.

Penanaman bakau berjumlah 3000 batang bibit bantuan dari Yagasu dimana ditargetkan sekitar 50% - 60% pohon nantinya mampu bertahan hidup dan Caniva terus melakukan monitoring dan pemetaan.

Imum Gampong Lampaseh Aceh Basri, menjelaskan 117 Hektar lahan yang ada di Lampaseh Kota, merupakan lahan kehidupan masyarakat Lampaseh Aceh, seperti mencari tirom, memancing dan bertambak. Wilayah ini juga merupakan ring satu Kecamatan Meuraxa dan setelah 7 tahun tsunami berlalu, masalah lapangan pekerjaan yang belum teratasi hingga sekarang, ujarnya.

Menurut Basri, sudah sering NGO atau LSM melakukan program penanaman bakau atau manggrove di daerahnya namun masih ada masalah komunikasi dan validitasi tentang bagaimana mekanisme kerja, sesuai dengan peta/lahan masyarakat.

"Artinya jangan menanam di areal yang nantinya akan ditebang oleh masyarakat. Database dari kecamatan sekitar 500 Hektar yang sebahagian besar di Lampaseh Aceh dan Blang Oi adalah lokasi bakau termasuk dalam program Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Lambhuk,"jelas Basri.






Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
No Telp. 0651-741 4556
Ponsel. 0852 619 222 25


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close