Banda Aceh — Ocean Diving Club (ODC) Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Unsyiah setiap tahun melakukan kegiatan monitoring atau pemantauan terumbu karang di beberapa tempat di Indonesia. Kegiatan ini merupakan kerjasama dengan jaringan kerja Reef Check Indonesia, FFI Marine Programme, Yayasan Lamjabat dan Jaringan KuALA Aceh.
Ketua ODC, Ferdiansyah kepada The Globe Journal, Senin (24/10) mengatakan kegiatan Reef Check Day 2011 ini berlangsung selama dua hari yaitu pada 22-23 Oktober. Monitoring terumbu karang tahun ini dilakukan di perairan Krueng Raya, Kecamatan Mesjid Raya dan Ujong Pancu, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar.
Dalam hal ini ODC melaksanakan kegiatan Reef Check bersama masyarakat lokal dan beberapa volunteer yang juga ikut berpartisipasi dalam pendataan terumbu karang.
“Monitoring tahun ini dilakukan dengan cara pengambilan data karang, kesehatan karang, data dampak aktifitas perikanan, data visual sensusikan, inverterbrate dan data para meter perairan,” kata Ferdianysah.
Hasil monitoring terumbu karang ini Menurut Ketua Panitia Kegiatan, Maulia Oktari Noor, untuk lokasi diperairan Krueng Raya, site Aramayang kondisi terumbu karangnya lebih bagus dari pada site Lhok Mee dan Benteng Inong Balee, kawasan ini didominasi oleh karang Masive.
Sedangkan untuk perairan Ujong Pancu, kondisi terumbu karang di site Pulau Tuan lebih bagus jika dibandingkan dengan Lhok Mata Ie dan Lhok Keutapang Rayeuk, dengan dominasi karang Acropora. “Kegiatan ini bertujuan untuk mendatabiodiversitas (keanekaragaman) hayati laut dengan menggunakan metode Reef Check".