Bireuen - Meski pun Kapal Keruk (KK) Kuala Jeumpa I telah kembali bersandar di PPI Peudada, Bireuen, namun kehadiran kapal itu tidak memberikan dampak yang berarti bagi nelayan disana. Sebelumnya, kapal tersebut bekerja di Kuala Idi, Aceh Timur. Nelayan berharap KK Kuala Jeumpa tersebut dapat mengeruk kuala dangkal dikawasan itu lagi.
Muhammad Amin, nelayan di Peudada, Kamis (12/1) mengatakan, meski pun kapal keruk itu sudah 22 bulan berada di Bireuen, namun nelayan di wilayahnya masih menunggu ombak besar untuk bisa melaut. Karena kuala yang semakin dangkal itu tak kunjung dikeruk. walau pun sudah pernah dikeruk, Kuala PPI Peudada kembali dangkal, terutama di kawasan muaranya.
"KK Kuala Jeumpa seharga Rp 7 miliar itu dinilai sia-sia, karena hingga kini belum ada kuala dangkal di Bireuen yang berhasil dikeruk dengan kapal bernilai miliaran rupiah tersebut dan kehadirannya kurang bermanfaat bagi masyarakat, terutama bagi kami nelayan," sebut Muhammad Amin.
Terkait dengan persoalan yang dirasakan para nelayan itu, Direktur Perusahaan Pembangunan Daerah (PDP), Kesuma Facrida, selaku pengelola kapal keruk KK Kuala Jeumpa I kepada wartawan mengatakan, kapal keruk itu sudah bekerja maksimal dalam mengatasi pengerukan kuala dangkal.
"Akan tetapi hasilnya belum maksimal, hal itu jetty penahan ombak yang memadai belum dibangun," kilahnya. Seraya mengatakan, faktor alam yang menyebabkan kuala PPI Peudada kembali dangkal walau sudah dikeruk.Ditambahkannya, untuk mengeruk kuala dangkal membutuhkan dana puluhan miliar rupiah