THE GLOBE JOURNAL

Breaking
News

Serambi»Lingkungan»Ikan di Surabaya Mengalami Perubahan Jenis Kelamin


Ikan di Surabaya Mengalami Perubahan Jenis Kelamin
Yul
Rabu, 14 Desember 2011 00:00 WIB
Surabaya  — Berita unik datangnya dari Surabaya. Sebuah penelitian menunjukkan 84 persen ikan yang hidup di sungai Surabaya mengalami perubahan jenis kelamin. 

Perubahan jenis kelamin ini bukan tanpa sebab. Sungai-sungai yang ada di Surabaya sudah terlanjur dikotori oleh sampah manusia. Rupanya, sampah yang telah merusak ekosistem sungai ini memberikan dampak negatif langsung bagi ikan-ikan yang hidup disana. Terjadi proses interseksual alias perubahan jenis kelamin. 

Untuk itu, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menggelar seminar berkaitan hal tersebut. Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Ecoton Surabaya, Prigi Arisandi didapuk sebagai pembicara dalam seminar tersebut.

Prigi mengatakan, tingkat pencemaran sungai di Surabaya sudah sangat tinggi sehingga mengakibatkan ikan di perairan tersebut mengalami berbagai kelainan. Mulai dari bentuk kepala yang tidak simetris, gizi buruk pada ikan, hingga yang mengejutkan fenomena interseksual pada ikan.

Dia menyebutkan, manusia menjadi pelaku utama pada kejadian yang menimpa ikan tersebut. "Semua ini karena ulah manusia yang mencemari sungai," kata Prigi, Rabu (14/12).

Menurut Prigi, banyak faktor yang menyebabkan interseksual pada ikan. Selain sampah, kebiasaan warga buang air besar di sungai, disebut sebagai sebab utama. "Bakteri e-coli pada kotoran manusia mengandung zat berbahaya yang terpaksa dikonsumsi ikan di sungai tersebut. Selain itu, pil KB yang dibuang ke sungai akan sangat mempengaruhi sistem hormonal pada ikan," ujarnya menerangkan.

Selain itu, sampah plastik menjadi musuh besar bagi manusia dan ekosistem di sekelilingnya. Maka, pada kesempatan tersebut, Prigi mengajak para mahasiswa jurusan Biologi ITS untuk berperan aktif dalam menanggulangi permasalahan ini.

Gerakan tersebut, lanjutnya, dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa cara sederhana namun berimbas besar. "Mahasiswa dapat melancarkan opini-opini kepada pemerintag untuk menanggulangi masalah ini. Atau cara sederhana dengan menyuarakan gerakan ini di radio atau televisi serta menuliskan data konkret dan penelitian, kemudian disebarluaskan," tuturnya. []

(Yul-Oke Zone)






    Redaksi:
    Informasi pemasangan iklan
    Hubungi:
    No Telp. 0651-741 4556
    Ponsel. 0852 619 222 25


    Komentar Anda

    Terpopuler

    Seni dan Budaya

    Jalan-Jalan

    Berita Foto

    «
    »
    Close