Banda Aceh — Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) daerah Aceh menghimbau masyarakat Aceh waspada menyusul bencana gempa yang terjadi kemarin (11/1). Hal itu disampaikan Ketua IAGI Aceh Faizal Adriansyah M Si.
“Kepada masyarakat agar terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiagaan sesuai mekanisme pengurangan resiko bencana (PRB) bila terjadi gempa,” ungkap Faizal.
Sebagaimana konsep pengurangan resiko bencana sambung Faizal, masyarakat sepantasnya berada di luar rumah ataupun bangunan tertentu saat gempa terjadi. Teruntuk masyarakat yang tinggal di pesisir pantai, “Segera menjauhi lokasi pantai menuju daerah yang jauh dari pantai atau daerah yang tinggi sambil menunggu informasi instansi berwenang apakah berpotensi tsunami atau tidak melalui,” pintanya untuk mencegah berbagai kemungkinan bencana lainnya.
Konsep pengurangan resiko bencana pada dasarnya Jelas Faizal penting diketahui semua lapisan masyarakat. contoh kecil sebutnya soal pembangunan rumah. Bila konsep pengurangan resiko bencana tidak dikedepankan, maka potensi bencana yang akan dialami lebih besar. Sejalan dengan itu pula, pihaknya meminta pemerintah agar membuat peraturan yang ketat terkait persyaratan teknis bangunan tahan gempa baik itu rumah personal, perkantoran, termasuk fasilitas umum lainnya.
“Perhatikan betul persyaratan bangunan untuk daerah gempa,” tandasnya.
Terkait insiden tidak dibunyikannya sirine tsunami kendati gempa yang berkekuatan 7,1 skala richter tersebut berpotensi tsunami, Faisal mengingatkan pemerintah melalui instansi terkait untuk memberikan informasi akurat kepada masyarakat. bilamana benar berpotensi tsunami, maka masyarakat akan lebih mawas diri. Tujuannya,” Agar tidak terjadi kepanikan yang tidak menentu ditengah-tengah masyarakat,” pungkas Faisal. [Rel]