Sigli - Razia terhadap penebangan liar sudah lama tidak dilakukan oleh dinas terkait di Kabupaten Pidie. Padahal beberapa titik dikawasan hutan kondisinya gundul dan mengancam lingkungan. Banyaknya masyarakat menjadikan pemotongan kayu dihutan sebagai mata pencaharian ditengarai menjadi salah satu sebab hancurnya hutan di Pidie.
Dalam pantauan The Globe Journal sejak beberapa pekan lalu yang melakukan peninjauan terhadap beberapa titik di hutan menemukan areal yang sudah rusak. Tampaknya perlu dilakukan tindakan tegas terhadap pembalak liar yang semakin merajalela bahkan kalau perlu lakukan razia terhadap panglong kayu yang tidak mengantongi surat izin.
Seorang warga Kecamatan Tangse Pidie, Khairullah yang ditemui The Globe Journal, Senin (7/20) membenarkan hal tersebut. Khairullah merasa sangat khawatir dengan kondisi hutan yang seperti ini, mengingat musim hujan sangat rentan terjadi longsor dan banjir. Dia mengharapkan dinas terkait terus melakukan razia terhadap mereka yang perambah hutan.
Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Pidie, M Hasan Yahya yang ditemui The Globe Journal, Selasa (7/2) di ruangnya mengatakan, razia terhadap pembalakan liar sudah dilakukan semenjak tahun 2011dan sebanyak 47 kubik kayu disita dari operasi tersebut.
"Kami merasa masyarakat sudah jera dan tidak akan melakukan pembalakan kayu lagi, setelah pada tahun 2011 lalu merepotkan (terjadi banjir bandang-red) mereka dan membuat mereka jera”, katanya.
Menanggapi pertanyaan apa yang akan dilakukan pada tahun 2012 ini, dia mengatakan, “Belum bisa dipastikan dikarenakan sampai saat ini kami belum ada dana untuk melakukan operasi yang sama”, jawabnya.