Solo — Indonesia memang intim dengan bencana banjir dan longsor. Selain karena persoalan penebangan hutan yang begitu massal, pelaksanaan pembangunan fisik yang tidak mengedepankan konsep tata ruang hijau juga menjadi alasan. Akan hal itu, Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengingatkan seluruh masyarakat untuk mawas diri.
"Banjir masih akan mengancam hingga Februari 2012 karena curah hujan yang tinggi," kata Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono di Solo.
Agung menjelaskan, berdasarkan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) diketahui bahwa curah hujan di hampir seluruh wilayah di Indonesia akan tinggi hingga bulan Februari.
"Bahkan curah hujan diperkirakan lebih tinggi mencapai tiga kali lipat di banding biasanya dan hal tersebut bisa mengakibatkan banjir dan tanah longsor," katanya.
Untuk menindaklanjuti adanya kemungkinan terburuk akibat kondisi cuaca yang ekstrem, Agung mengatakan pemerintah pusat telah meminta daerah untuk waspada.
"Kami mengimbau seluruh kepala daerah untuk bersiap menghadapi kemungkinan terburuk dan tentunya meningkatkan kewaspadaan," katanya.
"Kami juga telah meminta BMKG untuk menyosialisasikan mengenai kondisi cuaca ke seluruh pemerintah daerah agar nantinya bisa diteruskan ke pihak pelabuhan, bandar udara, dan sebagainya," katanya.
Dia menjelaskan pemerintah pusat akan memperhatikan seluruh wilayah di Indonesia terkait waspada bencana banjir.
"Kami memperhatikan seluruh daerah khususnya yang jumlah penduduknya sangat banyak karena pemerintah menghindari jatuhnya korban jiwa," katanya.
Agung menjelaskan Pulau Jawa termasuk wilayah dengan penduduk terbanyak dan memiliki peluang cuaca buruk hingga Februari mendatang.
"Karena itu seluruh pemerintah daerah di Pulau Jawa harus lebih waspada mengingat wilayah mereka dipadati banyak penduduk yang bisa menjadi korban ketika bencana banjir atau tanah longsor tiba," katanya. []
(Yul-Media Indonesia)