THE GLOBE JOURNAL

Breaking
News

Serambi»Lingkungan»Global Warming Penyebab Banjir di Aceh


Global Warming Penyebab Banjir di Aceh
Muhajir Juli | The Globe Journal
Kamis, 01 Desember 2011 00:00 WIB
Bireuen - Sebanyak 100 lembaga dan stake holder di Bireuen mengikuti seminar mitigasi dan adaptasi pemanasan global di aula hotel Meuligoe Bireuen, Kamis (1/12). Kegiatan yang digelar oleh Solidaritas Pembangunan Anak Negeri atau LSM SoPAN Bireuen bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup menghadirkan pemateri  Muhammad Nizar Abdulrani dari WALHI Aceh , Rahadi dari LPTP Solo dan Isti Fatimah dari kementerian Lingkungan Hidup.

Dalam seminar tersebut, M. Nizar dari WALHi Aceh mempresentasikan tentang kondisi Aceh kekinian yang dipaparkan dalam bentuk angka statistik. Menurutnya, jumlah CO2 di atmosfir secara global  sebesar 385 Ppm atau 38 persen lebih besar dari masa pre industrial.

Hal tersebut dipicu oleh deforestasi hutan tropis, emisi bahan dan bakar fosil. Setiap tahun hutan tropis hilang seluas 13 juta ha. Dalam presentasinya itu Nizar juga mengatakan 47 persen  CO2 yang di dunia ini akan terbang ke udara, 2,4 persen ke hutan, dan 26 persen ke laut.

"Deforestasi seperti penebangan liar, penebangan dengan izin namun tak terkontrol, penambangan, emisi bahan bakar, merupakan penyebab global warming atau pemanasan global. Akibatnya permukaan air laut naik, es mencair di kutub dan sebagainya," papar Nizar.

Ketika hutan sebagai pelindung bumi semakin menipis, maka karbon yang dihasilkan dari proses pembakaran akan tidak mampu lagi diserap dan dinetralkan. Akhirnya suhu bumi naik dan menyebabkan mencairnya es di kutub dan meningkatnya permukaan laut.

Selain itu, akibat dari pemanasan global juga menyebabkan tidak mementunya musim hujan dan kemarau. Dampak lainnya, musim hujan akan semakin pendek dengan curah hujan yang sangat tinggi.

Catatan WALHI Aceh, bencana banjir di Aceh yang diakibatkan oleh global warming terjadi sebanyak 46 kali di tahun 2007, 100 kali pada tahun 2008, dan semakin meningkat menjadi 134 kali pada tahun 2009.

Hadir dalam kegiatan tersebut hadir Sekda Bireuen Lazuardi Ibrahim, DPRK,perwakilan dinas, LSM, Ormas, Mukim,pers dan mahasiswa. Pantauan The Globe Journal sekitar pukul 11.00 WIB, Peserta nampak sangat serius sekali mengikuti kegiatan tersebut. bahkan saat sesi diskusi di buka, peserta sangat antusias mengajukan pertanyaan.

Menurut Direktur SoPAN Zulkarnen, kegiatan seminar ini akan dilaksanan sehari penuh. Tujuan kegiatan ini sendiri untuk memberikan pemahaman kepada seluruh stakeholder di Bireuen agar memahami dampak dari global warming serta cara-cara untuk menguranginya melalui perilaku hidup yang "hijau". [003]






Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
No Telp. 0651-741 4556
Ponsel. 0852 619 222 25


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close