Bali — Gempa berkekuatan 6,8 SR yang terjadi di Pantai Nusa Dua, Bali nampaknya menjadi berita hangat yang menyentak banyak orang. Namun hingga saat ini, diketahui belum ditemukan adanya korban jiwa.
"Di Ngurah Rai Bali, di terminalnya ada beberapa plafon akustik yang berjatuhan kemudian ada untuk di gedung perkantorannya di beberapa dinding keramik jatuh, lepas, dan semua langsung dilakukan pembersihan," jelas Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Bambang S Ervan Kamis (13/10).
Sementara itu penerbangan berjalan seperti biasa, tidak ada pengaruh terhadap landasan. Sedangkan di Pelabuhan Gilimanuk, Pelabuhan Benoa, dan Pelabuhan Padang Bai tidak ada kendala walupun getaran gempa terasa keras sekali. Semua bangunan dan fasilitas tidak ada kerusakan.
"Operasional pelabuhan terus berjalan. Hanya di Pelabuhan Lembar (Lombok) saja yang belum bisa kita kontak," jelas Bambang.
Di lain pihak, belum ditemukan adanya korban meninggal akibat gempa bumi yang mengguncang Bali dengan skala 6,8 SR itu. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pun masih terus melakukan pendataan untuk mengetahui adanya korban dan kerusakan.
"Tidak ada korban meninggal. Beberapa rumah sakit, pura, dan rumah rusak ringan. Saat ini masih dilakukan pendataan," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB DR Sutopo Purwo Nugroho dalam pesan tertulisnya.
Dia menjelaskan, daerah yang terpapar gempa dengan intensitas V MMI atau skala sedang adalah daerah Denpasar. Sedangkan yang merasakan gempa dengan intensitas IV alias ringan adalah warga di Kuta, Ubud, Tabanan, Gambiran, Muncar, Negara, Srono, Genteng dan Banyuwangi.
"Gempa juga dirasakan di Madura, Jember, Blitar, Surabaya dan Malang III-IV MMI. Warga sempat panik, saat ini situasi berangsur membaik. Gempa bumi tidak berpotensi tsunami," terang Sutopo.
Menurutnya, dalam sejarah gempa bumi yang terjadi di Bali, pernah terjadi gempa dengan skala yang hampir sama besar yakni 6,5 SR pada 14 Juli 1976 di Buleleng. Kala itu gempa terjadi di daratan dan dirasakan warga pada intensitas VIII MMI atau parah. Akibat gempa tersebut, 471 orang meninggal.
Santi, petugas informasi RSUD Sanglah saat berbincang dengan detikcom mengatakan sejumlah siswa berseragam SMA dilarikan ke RSUD Sanglah, Denpasar, Bali. Mereka mengalami luka-luka di kepala dan kaki akibat gempa. []
(Yul-Detik)