Banda Aceh — Salah seorang peneliti penyu asal Australia, Shayne Mcgrath yang juga bergabung sebagai volunter di Yayasan Pulau Banyak (YPB) mengatakan ancaman yang paling berbahaya bagi habitat penyu di Aceh adalah pencurian telurnya. “Hewan ini hanya bertelur setiap tiga tahun sekali, maka ada kesempatan jika ingin menyelamatkan penyu di Aceh,” sebut Shayne.
Jenis penyu yang paling banyak di Aceh adalah jenis penyu hijau. Jenis yang satu ini mampu bertelur dalam satu sarangnya sebanyak 80 hingga 130 butir setiap tiga tahun sekali. Shayne menjelaskan setelah penyu itu menetaskan telurnya maka ia akan kembali lagi ke pantai yang sama untuk bertelur lagi. Jika telur penyu di pantai itu diambil, maka tidak ada lagi penyu yang akan kembali ke pantai tersebut.
Menurut Shayne pencurian telur penyu banyak dilakukan oleh oknum-oknum aparatur. Namun ia menghimbau agar masyarakat bisa menghentikan aktifitas pencurian telur penyu tersebut. Untuk menyelamatkan penyu maka kita harus selamatkan laut. Untuk menyelamatkan laut maka kita harus bersihkan sampah di laut dari limbah plastik dan puntung rokok.
Shayne mengatakan sampah plastik dan puntung rokok sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup penyu. Sampah tersebut dibuang masyarakat ke sungai, lalu mengalir ke laut dan akhirnya sangat berbahaya jika plastik dan puntung rokok ini dikonsumsi oleh penyu.
“Kalau ingin melakukan penelitian ini membutuhkan waktu selama tiga sampai empat tahun di satu lokasi, misalnya di Bangkaru Pulau Banyak,” sebut Shayne saat berdikusi tentang populasi dan penyelamatan penyu di Cafe Ikhlas, Peukan Bada, Sabtu(30/10) tadi malam.
Terkait jumlah populasi penyu di Aceh, peneliti asal New Zealand itu belum bisa memastikan populasinya. Namun ia memastikan peredaran penyu di Indonesia merupakan rute yang sangat strategis.
Ia menyebutkan kasus yang sering terjadi di Pulau Banyak terhadap pencurian telur penyu sudah sangat mengkhawatirkan. Pasalnya saat ini salah satu lembaga yang bertugas melakukan konservasi penyu di lokasi itu adalah Yayasan Pulau Banyak sedang muncul persoalan serius dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil. Shayne menyebutkan ada sebanyak 10.000 butir telur yang dicuri setiap bulan oleh orang yang tidak bertanggung jawab