Jepang — Pengalaman ancaman nuklir Jepang akibat gempa dan tsunami yang terjadi baru-baru ini menimbulkan kekhawatiran yang besar bagi warga Jepang. Akibatnya puluhan ribu orang menggelar unjuk rasa di Tokyo yang mendesak penghentian operasional nuklir.
Di antara yang hadir dalam acara besar ini adalah pemenang Hadiah Nobel tahun 1994 Kenzaburo Oe dan musisi Sakamoto. Musisi Jepang itu menyerukan kepada peserta demonstrasi untuk mengucapkan "sayonara" kepada tenaga nuklir.
"Ini adalah momen satu-satunya untuk benar-benar mengubah kebijakan nuklir dan ini adalah waktu yang tepat untuk bertindak," kata Satoe Sakai yang sengaja datang ke Tokyo dari Osaka untuk mengikuti unjuk rasa.
Banyak di antara peserta demonstrasi di Tokyo ini berasal dari Fukushima. "Kami, warga Fukushima, tentu saja tidak melihat radiasi dan kami tidak bisa menciumnya, tetapi kami tidak meragukan bahwa radiasi menyebar," kata seorang warga Fukushima, Yoshuri Saito.
Para wartawan setempat mengatakan, kekhawatiran soal makanan dan air yang terkontaminasi, sekarang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, dan ini mengubah persepsi orang tentang tenaga nuklir.
"Saya yakin kami tentu akan mengatasi tantangan ini dan menemukan masa depan nuklir yang lebih aman dan makmur" kata mereka. (Yul-BBC)