SerambiLingkunganAmoniak PT PIM Diduga Sebagai Penyebab Ikan Warga Mati
Amoniak PT PIM Diduga Sebagai Penyebab Ikan Warga Mati
Riza Fakri Ismail | The Globe Journal
Senin, 09 Januari 2012 00:00 WIB
Lhokseumawe — Ikan warga yang ada di tambak dan sungai Blang Naleung Mameh, Lhokseumawe mati dikarenakan amoniak yang dilepaskan PT Pupuk iskandar Muda (PIM) Krueng Geukueh, Aceh Utara.
“Kejadian itu terjadi pada Minggu (8/1) malam pukul 23.00 WIB,” kata Bang Din, seorang warga Blang Naleung Maleh yang dihubungi The Globe Journal melalui telepon seluler, Senin (9/1).
“Ikan saya di tambak juga ikut mati akibat amoniak tersebut. Ini dikarenakan air pasang. Ini adalah kejadian yang ke tiga kali yang menimpa kami,” ujarnya.
Bukan hanya ikan di tambak warga yang menjadi korban keganasan dari amoniak tersebut, ikan yang ada di sungai Blang Naleung Mameh pun ikut mati. Sungai Blang Naleung Mameh adalah sungai yang terletak diantara perbatasan Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe yang juga bersisian langsung dengan perusahaan negara penghasil pupuk tersebut.
“Hingga saat ini tidak ada perhatian apapun yang diberikan PIM kepada warga yang menjadi korban akibat amoniak tersebut. Mereka selalu membantahnya,” kata Bang Din lagi.
“Pihak kami akan mengadakan musyawarah di kampung terkait hal ini,” ujar bang Din.
Sementara itu, Kepala Humas PT Pupuk Iskandar Muda, Mustafa Thahir membantah jika ada ikan di tambak warga ikut mati karena amoniak tersebut.
“Hasil pengecekan kami, dan sampel yang kami dapat tidak ada ikan di tambak warga yang ikut mati. Kalau di sungai Blang Naleung Mameh itu kami akui ada,” katanya melalui sambungan telepon.
“Selama ini PIM membuang limbah ke laut. Jadi, tidak mungkin bisa sampai ke tambak warga,” demikian Mustafa Thahir.