SerambiKesehatanStudi Baru : Testosteron Pria Beranak Lebih Rendah Dari Pria Lajang
Studi Baru : Testosteron Pria Beranak Lebih Rendah Dari Pria Lajang
Selasa, 13 September 2011 00:00 WIB
Washington — Para pria dewasa yang kerap menghabiskan waktu dengan anak-anaknya memiliki kadar testosteron lebih rendah dari pria yang belum menikah. Pernyataan tersebut merupakan hasil studi baru yang diterbitkan Prosiding National Academy of Sciences.
"Para pria dengan kadar testosteron tertinggi lebih mungkin untuk menjadi ayah,” kata Christopher Kuzawa, penulis studi dan profesor antropologi di Universitas Northwestern. “Nah setelah kami mengikuti mereka lima tahun kemudian (Setelah menjadi ayah), testosteron mereka menurun drastis, cukup sedikit,"paparnya.
Secara spesifik, para peneliti pertama kali mengukur kadar testosterone pria lajang berusia 20-an yang belum berkeluarga (punya anak) pada tahun 2005. Dalam jangka 4,5 tahun kemudian, para peserta yang diukur kadar hormone tersebut menghabiskan waktu tiga jam atau lebih dengan anak-anak mereka.
Hasilnya, kadar hormon mereka menurun.
Memang, ada banyak perspektif yang mengungkap persoalan testosteron. Akan tetapi,” Tidak jelas misalnya bahwa penurunan testosteron dapat mempengaruhi libido seseorang, atau memiliki efek besar lainnya,” tambahnya.
Testosteron merupakan hormon yang dapat menyokong perkembangan jaringan reproduksi pada pria dan membantu perkembangan otot, tulang dan pertumbuhan rambut. Pada dasarnya, kadar testosteron juga dipengaruhi oleh lemak darah, kolesterol, obesitas, dan beberapa hal lainnya. (YUL-Washington post)
Redaksi: Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
No Telp. 0651-741 4556
Ponsel. 0852 619 222 25