Solo — Hanya ada dua PMI di Indonesia yang sudah memiliki perangkat Nuclear Aceid Test (NAT). setelah Surabaya, hanya Solo yang memiliki perangkat pendeteksi virus dan bakteri dalam darah.
"Seperti HIV/AIDS misalnya, jika hari ini kena dua bulan kemudian baru bisa diketahui jika darahnya telah terkontaminasi. Tetapi dengan alat ini bisa diketahui sejak dini," jelas Sekretaris PMI Solo Sumartono, Selasa (27/12).
Menurut rencana peralatan bantuan dari Kementerian Kesehatan itu akan dipasang tahun depan. Dengan demikian PMI Solo merupakan yang cabang kedua yang memiliki perangkat NAT setelah PMI Surabaya.
Selain menerima bantuan peralatan, menurut Sumartono, Kementerian Kesehatan juga akan membantu dana operasionalnya sebesar Rp1,8 miliar. Karena biaya yang diperlukan untuk pengujian lumayan besar dibanding metode yang selama ini digunakan.
"Untuk satu kantong darah kurang lebih Rp1 juta, dua kali lipat dari yang lama," jelasnya. []
(Yul-Media Indonesia)