
Banda Aceh-Unit Trasfusi Darah (UTD) Palang merah Indonesia Wilayah Aceh selama dua hari terakhir tengah gencar melakukan kegiatan donor darah untuk mencukupi kebutuhan stok darah di bank darah tiap harinya. Sosialisasi serta kegiatan donor darah menjelang bulan ramadhan yang diadakan pada Rabu (27/7), berhasil mengumpulkan stok darah sebanyak 63 kantong darah. Sedangkan kegiatan yang diadakan pada hari Kamis (28/7), UTD-PMI berhasil mengumpulkan sebanyak 65 kantong darah.
Tapi stok darah yang ada di UTD-PMI kota Banda Aceh, Jum’at (29/7) saat The Globe Jounal berkunjung tinggal 45 kantong darah lagi, dengan rincian golongan darah A ada 15 kantong, golongan darah B ada 19 kantong, AB ada 9 kantong, dan golongan darah O tinggal 2 kantong. Ketua PMI Kota Banda Aceh, Qamaruzzaman Haqny mengatakan bahwa ke-45 kantong darah tersebut paling tidak akan bertahan dalam dua hari ke depan.
“Kita setiap hari harus punya stok darah normalnya sampai 60 kantong darah. Itu jika tidak ada kecelakaan atau orang cuci darah. Makanya dalam minggu ini kita gencar melakukan donor darah dimana-mana melakukan sosialisasi sampai ke warung kopi. Di Ringroad kita dapat 9 kantong, BAPPEDA 56 kantong, Helsinki 19 kantong, World Bank 44 kantong. Tapi dua hari itu stok darah yang ada langsung dipakai oleh masyarakat.”jelasnya.
Demikian juga dengan stok darah yang ada di Bulan Ramadhan nantinya, dia menjelaskan bahwa permintaan darah selama Bulan Ramadhan masih termasuk normal. “Kebiasaan kalau bulan Ramadhan itu normal-normal aja kalau tidak terjadi kejadian yang luar biasa. Karena sakit ini kan tidak mengenal bulan. Tapi yang terjadi peningkatan hari raya. Saat hari raya bisa permintaan darah bisa mencapai 130 kantong darah” paparnya.
Qamaruzzaman mengatakan bahwa saat lebaran biasanya banyak orang yang mencari ‘penyakit’. ‘penyakit’ yang dimaksudnya disini adalah banyak terjadinya kecelakaan lalu lintas. Menurutnya pada saat Lebaran Idul Fitri karena para pengguna jalan sering balap-balapan saat mengendarai kendaraan.
Untuk memenuhi kebutuhan darah, pihaknya akan terus menghimbau kepada siapa saja yang ingin mendonorkan darah. Saat bulan Ramadhan sendiri, masyarakat yang ingin mendonorkan darah bisa mendonor pada malam hari. Hal ini menurutnya selama bulan puasa masyarakat tidak mungkin unutk mendonorkan darahnya secara sukarela di sinag hari, karena itu bisa membatalkan puasa.
“Nggak mungkin orang mendonorkan darah secara sukarela pada siang hari karena itu bisa membatalkan puasa. Karena memasukkan jarum ke dalam rongga tubuh. Paling malam hari, bisa mendonorkan darah. Yang jelas unit donor darah PMI Kota Banda Aceh itu standby 24 jam. Jadi siapa saja yang mendonorkan darahnya itu tentu setelah taraweh. Dan Kalau mau mendonorkan darahnya, bisa langsung ke PMI. Kalau mau dipanggil ketempat juga, kita siap. Kita akan datang kerumah”ujarnya.
Dia juga menyebutkan beberpa instantsi yang telah rutin mendonorkan darah ke PMI seperti TNI, Polri, Politeknik Aceh, beberapa instansi terkait seperti Bea Cukai, World Bank, Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) serta Bappeda yang akan rutin menjadi pendonor sukarela.
Jum`at, 18 Mei 2012 23:47 WIBFashion Korea Jadi Incaran Remaja Aceh
Senin, 21 Mei 2012 10:55 WIBHidangan Ayam Lepaas yang Bikin Gemas