
Sukabumi - Petugas juru malaria desa (JMD) Kec. Simpenan, Kab. Sukabumi, kembali berhasil menjaring sepuluh orang penderita malaria yang baru pulang bekerja sebagai buruh gali tambang emas liar di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Para penderita sampai saat ini masih memperoleh pengawasan petugas JMD di masing-masing desa setempat.
Berdasarkan informasi yang diterima "GM" di Puskesmas Simpenan, Senin (25/4), para penderita rata-rata mengalami gejala panas tinggi disertai sakit di seluruh persendian. Namun, hampir seluruh penderita sempat memperoleh pertolongan medis di Puskesmas Simpenan.
Kesepuluh penderita malaria yang baru pulang bekerja dari NAD tersebut merupakan warga Desa Kartajaya, Loji, Simpenan, dan Desa Loji, Kec. Simpenan. Mereka diketahui menderita malaria setelah petugas JMD memeriksa secara khusus sampel darahnya.
Setelah diteliti di laboratorium, seluruh penderita positif menderita malaria. Mereka hingga saat ini masih memperoleh pengawasan intensif petugas JMD dan survailance puskesmas di desa masing-masing.
"Memang benar setelah sampel darahnya diteliti, mereka dinyatakan positif menderita malaria. Para penderita hampir sebagian besar baru pulang sebagai buruh gali tambang emas di NAD," ungkap Wasor Malaria Bidang Penanggulangan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (P2MPL) Dinas Kesehatan Kab. Sukabumi, Maman ketika dihubungi "GM" di Puskemas Simpanen, Senin (25/4).
Kendati kondisi kesehatan mereka sangat mengkhawatirkan, katanya, namun satu per satu penderita malaria itu berhasil ditolong. Kondisi mereka berangsur membaik setelah memperoleh obat antimalaria. "Walaupun kondisi mereka sudah berangsur membaik, namun petugas secara intensif memantau kondisi kesehatannya. Pasalnya, dikhawatirkan kondisi mereka kembali memburuk," ungkapnya.
Guna memantaua perkembangan kesehatan penderita, katanya, selain telah menurunkan petugas JMD, pihaknya uga turut menurunkan petugas survailance. Hal itu dilakukan guna mendeteksi secara dini kemungkinan para penderita mengalami gejala serupa.
Kepala Bidang P2MPL Dinkes Kab. Sukabumi, Dadang Sucipta membenarkan sepuluh warga di empat desa di lingkup Kec. Simpanen, Kab. Sukabumi positif menderita malaria. Umumnya mereka baru pulang menjadi buruh gali tambang emas liar di NAD. (MNA-GALAMEDIA)
Jum`at, 18 Mei 2012 23:47 WIBFashion Korea Jadi Incaran Remaja Aceh
Senin, 21 Mei 2012 10:55 WIBHidangan Ayam Lepaas yang Bikin Gemas