
Banda Aceh - Program Aceh bebas pasung 2010 yang dilaksanakan oleh Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Banda Aceh kembali dilanjutkan, karena masih banyak pasien yang mengalami gangguan jiwa masih dipasung dan di sembunyikan oleh pihak keluarganya.
“Ditargetkan 200 pasien, tapi karena ada kendala di lapangan sesuai informasi yang kami terima dan juga sebagian keluarga tidak mengizinkan malah menyembunyikan, sampai hari hanya 178 pasien,”jelas Riaison, bagian Humas RSJ, kepada The Globe Journal, Senin (11/5).
Dia juga mengatakan bahwa kasus pasung adalah sebuah ironi di Aceh. “Pemasungan tidak menyelesaikan masalah, hanya memperbesar masalah yang ada,” ujarnya. Dia juga menjelaskan bahwa pemasungan itu hanya sia-sia belaka, sebaiknya setiap pasien pemasungan segera di bawa ke rumah sakit, karena pihak rumah sakit jiwa akan mengupayakan penyembuhan total.
“Pemasungan berarti upaya daripada memperkecil fungsi dari jaringan anggota tubuh, semakin lama waktu pemasungan akan menimbulkan kecacatan yang lebih besar. Tubuh akan lunglai seperti tidak berotot karena sendi tidak beroperasi selama ini. Bahkan ada beberapa diantaranya mengalami lumpuh, karena ototnya tidak dilatih,”jelasnya sambil menunjukkan beberapa foto pasien pemasungan yang dibawa ke rumah sakit jiwa untuk menjalani pengobatan.
Program Aceh bebas pasung ini akan terus dilaksanakan selama ada informasi yang diterima, sampai aceh benar-benar bebas pasung.
“Pihak keluarga adalah penyembuh utama bagi pasien yang mengalami gangguan kejiwaan, upaya medis hanya bersifat sampingan,” ujarnya.
Kendala yang dihadapi oleh rumah sakit jiwa saat ini adalah kekurangan tempat untuk menampung pasien yang mengalami masalah kejiwaan. “Rumah sakit jiwa memiliki kapasitas 300 orang, tapi sampai hari sampai 600 yang kami rawat, hingga satu ruangan yang harusnya diisi 20 orang harus diisi 40 orang,” ungkapnya.
Jum`at, 18 Mei 2012 23:47 WIBFashion Korea Jadi Incaran Remaja Aceh
Senin, 21 Mei 2012 10:55 WIBHidangan Ayam Lepaas yang Bikin Gemas