THE GLOBE JOURNAL

Breaking
News

Serambi»Kesehatan»Pasien Cuci Darah Tetap Puasa di Aceh


Pasien Cuci Darah Tetap Puasa di Aceh
Hayatullah Zuboidi | The Globe Journal
Rabu, 10 Agustus 2011 00:00 WIB
Banda Aceh- Selama Ramadhan, pasien cuci darah di Rumah Sakit Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh tetap puasa.  Seminggu dua kali harus ke rumah sakit untuk mencuci darah. Padahal kondisi fisik mereka tidak memungkinkan untuk berpuasa, tetapi mereka tidak mau meninggalkan puasa mereka.

Kepala Ruangan Insatalasi Dealisis, Ilyas Jalil S. Kep, mengatakan, mereka boleh tidak puasa, tetapi mereka sendiri tidak mau bolong puasa karena mengingat bulan puasa adalah bulan yang penuh rahmat. Meskipun ada yang tidak puasa tetapi persennya sedikit.

“Itulah orang kita Aceh, meskipun harus menjalani perawatan, mereka tidak mau meninggalkan puasa mereka,”kata Ilyas kepada The Globe Jounal di ruang kerjanya, Rabu (10/8).

Hari-hari biasa dengan bulan Ramadhan, suasana aktivitas diruang Instalasi Dealisis terlihat tetap berjalan seperti biasanya, karena cuci darah itu sudah menjadi kebutuhan bagi pasien. Setiap pasien ke rumah sakit dua kali seminngu, proses pencuciannya selama 5-6 jam per hari nya.

Kata Ilyas, usai lebaran nanti rumah sakit tetap buka untuk melayani pasien, akan tetapi biasanya pasien sendiri minta cuti kalau jadwal cuci darahnya pada hari Lebaran.

“Kita tetap menuruti permintaan mereka, apalagi hari-hari seperti itu mereka berkumpul dengan keluarga mereka,” ujarnya.

Saat ini peralatan atau mesin cuci darah masih 18 unit yang tersedia, belum ada penambahan, karena ruangannya juga terbatas. Dengan demikian setiap harinya kata Ilyas pihaknya hanya melayani 36 -38 pasien per hari.

Pasien cuci darah,
Muhibuddin (35) warga Lambaro, dirinya mengakui selama bulan puasa, baru sekali tidak puasa. Pas kebetulan kondisi badannya sangat lemas hari itu. Cuma yang ada kendala katanya ketika bangun sahur agak sedikit berat. “Hari-hari biasa saya tetap puasa, meskipun badan terasa lemas,”uangkapmnya.

Pertama mendapat kabar bahwa Muhibuddin harus melakukan cuci darah seminggu dua kali, dirinya shok, sementara keluarganya juga merasa sangat sedih. Akhir kata keluarga memintanya untuk menjalaninya. “Saya sudah dua tahun seperti ini. lebaran nanti saya tetap ke rumah sakit untuk menjalani perawatan,” tukasnya.






    Redaksi:
    Informasi pemasangan iklan
    Hubungi:
    No Telp. 0651-741 4556
    Ponsel. 0852 619 222 25


    Komentar Anda

    Terpopuler

    Seni dan Budaya

    Jalan-Jalan

    Berita Foto

    «
    »
    Close