Banda Aceh — Pendapat akhir Fraksi Partai Aceh DPRA terhadap Laporan Gubernur Aceh tentang Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh 2010 meminta Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf tidak mengklaim bahwa program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) itu adalah milik Irwandi Yusuf.
Hal tersebut dipaparkan oleh Jufri Hasanuddin dari Fraksi Partai Aceh, Senin (19/12) dalam pendapat akhir fraksi di Gedung DPRA tadi pagi.
Ia mengatakan rencana untuk mewujudkan program ini sudah dimulai sejak tahun 2009, akan tetap program ini belum mendapatkan persetujuan DPRA periode 2004-2009. Barulah pada tahun 2010 yaitu tahun pertama DPRA periode 2009-2014 sekarang ini dengan didominasi oleh Fraksi Partai Aceh barulah program JKA ini disepakati dan dilaksanakan.
Fraksi Partai Aceh meminta agar Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf jangan mengklaim bahwa program JKA ini milik gubernur saja. Oleh karena itu Fraksi Partai Aceh (PA) meminta agar Irwandi Yusuf mencabut kartu JKA yang bergambarkan foto Irwandi Yusuf.
Partai Aceh menilai pencantuman gambar foto Irwandi Yusuf tidak sepatutnya dilakukan pada kartu JKA yang merupakan bentuk identitas pelayanan kesehatan bagi rakyat Aceh. Partai Aceh akan mengusulkan pada kartu JKA kedepan diganti dengan logo atau lambang Pemerintahan Aceh.
Sementara itu Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar saat melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat mukim Lamteuba, Aceh Besar pada awal November 2011 lalu pernah mengatakan bahwa konsep dasar tentang JKA itu merupakan konsep pertama kali yang dibuatnya bersama Tgk. Nasruddin Bin Ahmed.
Lebih jelasnya Nazar menceritakan bagaimana besarnya keinginan untuk membuat konsep Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) itu.
“Saat ingin naik menjadi Calon Wakil Gubernur Aceh pada periode 2007-2012 lalu, Ia berpasangan dengan Tgk. Nasruddin Ahmed. Kemudian kami menyusun konsep Jaminan Kesehatan Aceh, BKPG, Beasiswa untuk anak yatim dan pembangunan rumah dhuafa.
Saat membuat konsep JKA itu, Nazar mengaku bukan bersama Irwandi Yusuf.
“Namun karena Tgk. Nasruddin mundur, maka konsep JKA itu tetap dijalankan bersama Irwandi Yusuf,” kata Muhammad Nazar.[003]