Banda Aceh- Sumberdaya manusia (SDM) adalah modal utama yang harus dimiliki untuk pembangunan berkelanjutan di Aceh. Dan hal tersebut lebih penting dari sumberdaya alam yang sering berjangka pendek. Terlebih SDM di bidang kesehatan yang tidak boleh kurang.
“Selama ini penyakit-penyakit yang diderita masyarakat Aceh seperti jantung, diabetes, darah tinggi, stroke, lambung, demam berdarah, malaria dan penyakit-penyakit yang mematikan lainnya sangat dominan,” pada The Globe Journal, Minggu (1/12) di rumah dinasnya di Blang Padang ketika menerima audiensi Panitia Pembentukan Poltekkes Aceh II yang dipimpin Abul Hayat, SKM. M. Kes.
Demikian juga dengan angka kematian ibu hamil dan bayi di Aceh yang masih tinggi. Sehingga SDM kesehatan mutlak diperlukan untuk tujuan perbaikan pelayanan kesehatan dan pengobatan masyarakat yang lebih baik. “Agar kita punya sumberdaya manusia serta masyarakat yang siap dan kuat dalam membangun,” ujarnya.
Terkait dengan peningkatan SDM bidang kesehatan, Nazar mengusulkan untuk menambah pembangunan Politeknik Kesehatan Aceh II di Kota Langsa. Hal tersebut dikarenakan satu-satunya Politeknik Kesehatan yang ada di ibukota Provinsi Aceh tidak mampu lagi menampung jumlah peminat yang cukup besar dan melayani seluruh Aceh.
“Bahkan untuk wilayah barat selatan walaupun belum ada inisiatif dari daerah-daerah itu tetap kita usulkan juga sehingga kita dapat memiliki tiga Politeknik Kesehatan milik pemerintah. Memang itu kebutuhan mendesak dalam rangka menciptakan sumberdaya dan masyarakat sehat di Aceh,” ujar Muhammad Nazar
Nazar mengatakan bahwa keberadaan Politeknik Kesehatan di Aceh selama ini sangat memberikan manfaat dalam peningkatan sumberdaya manusia di bidang kesehatan. Apalagi hal tersebut berkaitan dengan penguatan dan perbaikan kesehatan masyarakat Aceh.
“Apalagi Aceh memiliki visi misi kesehatan yang kita masukkan secara resmi dalam program pemerintah daerah sejak kita mau maju dulu sebagai kandidat gubernur wakil - gubernur tahun 2006 lalu yang kita sebut kesehatan gratis masyarakat Aceh. Kemudian program ini berobah nama dengan Jaringan Kesehatan Aceh (JKA),” ujar Nazar.
Dia juga menjelaskan bahwa perpaduan program kesehatan gratis dengan peningkatan kesadaran masyarakat serta perbaikan dan peningkatan sumberdaya manusia harus dapat direalisasikan. Hal ini agar sumber dana yang keluar begitu besar tidak sia-sia dan tidak menyimpang, tetapi harus efektif, efisien dan tepat sasaran.
"Saya sangat menginginkan kawan-kawan bupati dan walikota di seluruh Aceh untuk selalu menempatkan pembangunan sumberdaya manusia sebagai misi prioritas. Kalau yang lainnya mudah dilakukan secara simultan jika sumberdaya manusia cukup," tambah Wagub lagi.
Jadi kalau kita mau membangun serta merubah dengan benar, mencerdaskan, menyelamatkan dan menyejahterakan maka investasi di bidang sumberdaya manusia perlu menjadi prioritas utama-- siapapun yang menjadi pimpinan Aceh ke depan. [003]