Banda Aceh - Konsultan bedah tumor kebidanan FKUI/RSCM Prof Dr.Andrijono,dr,SpOG(K) dari Jakarta memberikan kuliah hamil anggur pada Kamis (21/7) di auditorium RSUZA Banda Aceh.
Kuliah Kehamilan anggur atau dikenal molahidatidosa ini dihadiri oleh 70 peserta yang terdiri dari dokter kandungan, dokter Program pendidikan spesialis (PPDS) kebidanan dan Kandungan FK Unsyiah —UI dan para dokter muda serta para medis ruang kebidanan. “Banyak makan sayur-sayuran yang kaya akan retinol suatu zat yang ada dalam sayuran hijau mencegah hamil anggur,” kutip dokter kandungan Mohd Andalas kepada The Globe Journal, Jumat (22/7),
Andalas menyebutkan, penelitian Andrijono secara epidemiologic maupun secara laboratorium sering mendapat kasus wanita yang jarang makan sayur dan hal banyak kasus di Aceh karena perempuan kurang suka makan sayur. “Makanlah sayur-sayuran tentu harus sayuran yang bersih dan dimasak. Hasil penelitiannya, wanita muda dengan anak satu orang tujuh kali berpeluang hamil mola bila tidak makan sayur-sayuran atau kadar retinol yang rendah di dalam darah,” jelas Andalas serius.
Dosen Fakultas Kedokteran Unsyiah ini menjelaskan hamil mola yaitu berkembang menjadi penyakit yang ganas bila tidak mendapat terapi yang tepat dan benar.penyakit molahidatidosa ini sampai saat ini belum diketahui penyebab pastinya. Tapi sering dihubungkan dengan factor kromosom y dari bapaknya. Bila mendapat terapi benar sangat sensitive dengan terapi obat anti kanker(metotrexat). Akan tetapi bila tidak mendapat terapi yang baik bisa menyebar ke organ tubuh lainnya, misal paru.
Gejala awal hamil mola ini adalah rahim membesar tidak sesuai dengan usia kehamilan, keluhan perdarahan, dengan keluar gelembung mola seperti telur ikan dan bila di dengar dengan alat, jantung janin tidak terdengar. Sebaiknya setiap wanita mencegah terjadinya kehamilan anggur dengan perbanyak makan sayur dan periksa kehamilan ke dokter bila besar rahim tidak sesuai usia kehamilan. Demikian sebut dr.Mohd Andalas SpOG.