Banda Aceh — Kebiasaan makan sepiring/sebungkus ramai-ramai lumrah dilakoni mahasiswa. Kebiasaan itu bukan saja karena upaya meminimalir pengeluaran. Melainkan karena sensasi nilai sosial yang begitu kenatl. Tapi ingat satu hal, kebiasaan makan seperti itu dapat mempermudah penyebaran Hepatitis A. Kenapa demikian?
Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih kepada wartawan Senin (14/11) mencontohkan tabiat makan sambal rame-rame. "Misalnya ada 1 orang yang kena lalu masuk kantor atau sekolah, kemudian makannya bersama-sama, misalnya sambalnya dicocol rame-rame, itu bisa cepat menyebar," ungkapnya usai upacara Hari Kesehatan Nasional ke-47 di kantor Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta.
Dalam kasus-kasus yang terjadi di beberapa daerah belakangan ini, Menkes mengaku belum bisa memastikan dari mana sumbernya. Penyebabnya sudah dipastikan virus yang menyebar karena kebersihan dan sanitasi lingkungan yang buruk, namun dari mana asalnya kasus pertama yang kemudian menyebar hingga kini belum terungkap.
Mengenai pencegahannya, satu-satunya cara menurut Menkes adalah menjaga kebersihan individu dan sanitasi lingkungan khususnya yang berhubungan dengan makanan. Alat makan harus dicuci dengan bersih, makanan dimasak dampai matang dan jangan lupa cuci tangan sebelum makan.
Status KLB di beberapa daerah termasuk Depok, menurut Menkes hingga saat ini belum dicabut. Untuk mencabutnya, pemerintah setempat biasannya harus menunggu selama 2 kali masa inkubasi virus untuk memastikan tidak ada kasus penularan baru pada masa tersebut.
Hepatitis A merupakan radang hati yang dipicu oleh Hepatitis Virus tipe A (HVA), biasanya tidak berbahaya dan akan sembuh dengan sendirinya. Namun untuk mempercepat kesembuhan dan mencegah penularan, penderitanya diwajibkan untuk istirahat total sehingga produktivitasnya akan sangat menurun selama sakit. []
(Yul-Detik)