Banda Aceh - Tangan merupakan salah satu jalan utama masuk berbagai jenis penyakit ke dalam tubuh manusia. UNICEF dan WHO beberapa tahun lalu memperkirakan 2,5 milliar kasus diare pada anak balita setiap tahun. Di Indonesia, termasuk Aceh khususnya, diare masih menjadi penyebab utama kematian bayi.
Hal demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, Dr. M. Yani, M. Kes, PKK melalui sekretarisnya, Drs. Burhanuddin. Msi, pada acara Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun Untuk Menuju Aceh Sehat 2015 di Stadion H. Dimurtala, Lampineung Banda Aceh, Minggu (25/12).
“Diare masih menjadi penyebab utama kematian bayi usia 1-12 bulan (42 persen) dan anak-anak usia 4 tahun (25 persen),” ujar M. Yani.
Dalam hal ini, dengan program gerakan tersebut, dapat menurunkan angka kesakitan diare dan pelbagai penyakit menular lainnya. Karena itu Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun merupakan langkah strategis dalam upaya mewujudkan Aceh sehat pada tahun 2015.
“Murid-murid Sekolah Dasar (SD) dan guru-guru merupakan agen perubahan utama dalam menumbuhkembangkan perilaku cuci tangan ini,”tukas M. Yani.
Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun itu diikuti oleh 1000 lebih yang terdiri dari ibu dan anak SD di Stadion H. Dimurtala. Siswa SD diambil dari Sembilan Sekolah Dasar yang ada di Banda Aceh.
Pencanangan gerakan itu diharapkan menjadi rekor baru Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun, baik dilihat dari jumlah peserta maupun keunikan dalam penyelenggaraan karena setiap anak didampingi ibunya ketika mencuci tangan.