THE GLOBE JOURNAL

Breaking
News

Serambi»Kesehatan»Cara Baru Atasi Asam Urat dan Diabetes


Cara Baru Atasi Asam Urat dan Diabetes
Nurul Fajri | The Globe Journal
Jum`at, 11 November 2011 00:00 WIB

Banda Aceh- Muka yang mulus tanpa jerawat adalah dambaan setiap wanita. Begitu juga dengan penyakit-penyakit berat seperti asam urat, diabetes, tekanan darah tinggi dan kolesterol adalah ‘musuh’ bagi manusia, karena selain juga biaya pengobatan yang mahal, ada banyak sekali pantangan-pantangan yang kadang kala jenuh untuk dijalani. Namun, penyakit-penyakit tersebut bisa disembuhkan tanpa menggunakan obat-obatan. Ada metode penyembuhan lain yang bisa membantu para penderita penyakit ini untuk sembuh, salah satunya adalah terapi ion.

Terapi ion adalah salah satu sistem terapi dengan menggunakan air dan listrik sebagai media penyembuhan. Pasien yang datang hanya merendam kaki di dalam baskom berisi air dan merapatkan kakinya pada sebuah alat penghantar listrik yang dihubungkan ke alat terapi. Tidak perlu khawatir, karena listrik yang dialirkan itu disesuaikan dengan kebutuhan tubuh manusia.

Putri, yang menekuni usaha keluarganya, pada The Globe Journal, Jum’at (11/11) mengatakan bahwa listrik yang disalurkan ke tubuh pasien itu sudah diatur otomatis oleh alatnya, jadi tidak membahayakan pasien yang datang untuk terapi. “Listrik yang dipakai itu 10 volt. Tapi oleh alatnya udah diset otomatis, jadi listriknya itu disesuaikan dengan tubuh manusia,” jelas Putri.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, pasien harus menjalani terapi sebanyak 12 kali. “Biasanya hasilnya itu akan kelihatan kalau udah tiga kali terapi. Dianjurkan itu 12 kali, tapi ada juga teman-teman saya yang sudah terapi empat kali tapi udah kelihatan hasilnya,” paparnya.

Penyakit-penyakit yang diderita oleh pasien akan terlihat setelah menjalani terapi ion selama 30 menit. Dari air hasil rendaman kaki tersebut, akan kelihatan warna-warna yang menunjukkan penyakit yang tengah diderita.

Perubahan warna yang terjadi antara lain adalah kuning kehijauan yang menunjukkan penyakit  ginjal, kantung saluran kemih. Kuning kemerahan bagi para penderita asam urat, kuning berminyak untuk penderita kolesterol. Warna coklat abu-abu bagi toksin yang ada hati liver serta pudi empedu, sedangkan hijau tua adalah toksin dari hati empedu. Busa putih berasal dari lendir yang keluar dari kelenjar limfa.

Busa gelembung untuk para penderita asam urat, maag, dan perut kembung. Partikel putih menunjukkan pasien menderita tulang keropos (osteoporosis). Bercak hitam menunjukkan kadar nikotin dalam tubuh serta bercak merah berasal dari partikel darah beku.

“Yang mempengaruhi warna itu toksin dari tubuh kita. Kalau yang pertama kali terapi, warnanya hitam. Karena penyakit yang berat-berat dulu yang dikeluarin,” ujar Raji yang tengah mempersiapkan alat terapi.

“Tapi kita nggak bisa bilang sembuh. Kan kalo berobat ke dokter juga nggak bisa dibilang sembuh. Kita cuma usaha,”ujarnya.

Sistem terapi ion adalah sistem terapi pembersih ion yang menghasilkan ion positif dan ion negatif  di dalam air yang mengalir di dalam tubuh secara otomatis dan sinergis menciptakan keseimbangan dengan memecah, mengeluarkan zat racun/toxin, sampah metabolisme melalui lubang poti-pori di telapan kaki.

Perubahan warna ionisasi membuktikanpengeluaran dan pembuangan racun/toxin, zat-zat partikel dari bagian tubuh yang telah diionisasi

Untuk menjalani terapi ini, pasien hanya perlu merongoh kocek sebesar Rp 10.000,- per orang selama 30 menit. Selain juga berguna menyembuhkan penyakit-penyakit berat, terapi ion ini juga ikut membantu untuk memperbaiki fungsi hati dan ginjal, mengatasi gangguan tidur, meningkatkan konsentrasi dan daya ingat, serta mengurangi perut kembung, maag, dan stroke vertigo.

Bahkan terapi yang dilakukan ini juga bisa melancarkan sirkulasi darah, mengurangi berat badan dan lemak, dan juga bisa menghilangkan bau badan, bau kaki serta gatal-gatal.

 







Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
No Telp. 0651-741 4556
Ponsel. 0852 619 222 25


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close