Jakarta - Kalangan ahli kesehatan berpendapat mengkonsumsi vitamin C yang terdapat pada buah dan sayuran dapat meningkatkan daya tahan tubuh pada cuaca ekstrim yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.
Beberapa ahli kesehatan yang dihubungi, Minggu, menyebutkan, cuaca ekstrim akan membuat daya tahan tubuh rentan sehingga dapat menimbulkan penyakit pada saluran pernafasan seperti flu, batuk, pilek, dan sebagainya.
Dr. Frans Abednego Barus SpP dari klinik asma dan alergi Dokter Indrajana Jakarta mengatakan, virus dan bakteri berada di sekeliling kita, apabila daya tahan tubuh lemah maka mereka dapat masuk melalui saluran pernafasan sehingga terjadi infeksi.
Frans mengatakan, bagi masyarakat yang sibuk terutama yang tinggal di kota-kota besar di saat cuaca ekstrim saat ini haruslah menjaga pola makan untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral tubuh. Dengan mengonsumsi sayur dan buah-buahan yang mengandung vitamin C akan meningkatkan sistem imun (kekebalan) tubuh dalam menghadapi cuaca yang serba tak menentu.
Frans juga menyampaikan, saat ini banyak tersedia multivitamin yang mengandung vitamin C berbahan dasar alami dengan takaran dosis tepat yang dibutuhkan tubuh sehingga masyarakat tidak perlu khawatir daya tahan tubuh akan berkurang selama cuaca ekstrim.
"Kalau dirasakan makanan dan minuman belum mencukupi dapat menambah dengan mengkonsumsi vitamin dan suplemen untuk menjaga agar tubuh tetap kuat," ujar Frans.
Vitamin C atau dikenal dengan nama asam askorbat menurut hasil penelitian mampu meningkatkan sel-sel yang berguna bagi daya tahan tubuh.
Kebutuhan vitamin C khususnya bagi mereka yang aktif di luar ruang sekitar 100 - 200 miligram, sedangkan bagi yang jarang beraktivitas di luar cukup mengkonsumsi 50 - 150 miligram.
Frans menjelaskan, sedangkan bagi yang sudah terlanjur terkena penyakit tetap harus diberikan obat, sedangkan pemberian vitamin C disini lebih ditujukan untuk memulihkan ketahanan tubuh yang rusak akibat penyakit.
Hal senada juga disampaikan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. Dr. Purwantyastuti, yang mengharapkan masyarakat dapat menjaga daya tahan tubuh dengan menjaga pola makan yang berimbang.
Berimbang, dalam hal ini, kata Tuti, pola makan itu harus mampu memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein, dan vitamin serta istirahat yang cukup sehingga kondisi tubuh tetap sehat.
Tuti mengatakan, cuaca ekstrim membuat kita kurang mendapat pencahayaan matahari, padahal cahaya matahari mampu membunuh kuman dan virus.
Tuti menjelaskan, konsumsi suplemen dan vitamin dibutuhkan apabila kita merasakan konsumsi makanan dan minum dirasakan masih kurang berimbang.
Anggapan cuaca ekstrim membuat masuk angin tidak dikenal dalam istilah kedokteran, karena itu keluhan merasakan sakit kepala, perut kembung, dan sebagainya itu lah yang kita obati.
Sedangkan kalau terkena penyakit saluran nafas akibat virus maka obat yang diberikan untuk meredakan gejalanya seperti batuk, pilek, dan sakit kepala. Biasanya dengan sistem kekebalan tubuh dalam tiga hari sudah sembuh.
Pusing, kembung, sakit kepala umumnya merupakan gejala awal penyakit, ini berarti masyarakat harus mulai memperhatikan asupan gizi yang berimbang, jelas dia.
Sehingga ditengah cuaca buruk seperti saat ini benar anggapan yang menyebutkan "jangan tunggu sampai sakit". Lebih baik mencegah daripada terlanjur jatuh sakit.[003]